khasiat daun kelor
Kandungan dan 16 Khasiat Daun Kelor Untuk Kesehatan Tubuh
11/03/2019
cara menaikan berat badan
8 Cara Menaikan Berat Badan yang Sehat, Mudah Dan Tepat
12/03/2019

Penyebab, Ciri Ciri Keracunan Makanan Dan 8 Cara Mengatasinya

ciri ciri keracunan makanan

Ciri Ciri Keracunan Makanan – Keracunan adalah Reaksi tubuh akibat terjemah zat asing atau patogen seperti bakteri, parasit, atau virus. Keracunan ini umumnya didapat dari makanan. Hingga kini diketahui ada lebih dari 250 penyakit atau jenis keracunan yang disebabkan oleh makanan.

Walaupun umumnya kasus keracunan akan sembuh dengan sendirinya atau dapat tertangani oleh imunitas tubuh, namun tentu saja ada beberapa hal yang sebaiknya segera kita lakukan apabila mengalami keracunan makanan.

ciri ciri keracunan makanan berbahaya
5 Ciri ciri Keracunan Makanan yang Perlu Diketahui

Oleh karena itu, kita harus mengenali ciri ciri keracunan makanan sedini mungkin. Nah, Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri keracunan makanan yang umumnya terjadi.

1. Merasa mual hingga muntah. Hal ini biasanya terjadi selama beberapa hari hingga 1 minggu.

2. Mengalami diare. Jadi selama beberapa hari dengan diikuti rasa sakit perut atau kram.

3. Mengalami demam hingga menggigil.

4. Menurunnya selera makan.

5. Tubuh menjadi lemas.

Baca Juga  Selain Daging Merah Ini 7 Makanan Penggemuk Badan yang Sehat

Ciri ciri keracunan makanan yang Berbahaya

Ciri ciri keracunan makanan tersebut adalah ciri-ciri yang masih terbilang aman dan mampu ditangani sendiri oleh tubuh atau dengan perlakuan-perlakuan ringan yang dapat kita lakukan di rumah.

Namun, apabila ciri ciri keracunan makanan sudah sampai ke tahap di bawah ini, maka segera periksakan ke dokter.

1. Mengalami muntah dalam intensitas yang cukup sering dan berlangsung selama berhari-hari tanpa jeda.

2. Mengalami diare lebih dari 3 hari tidak dapat mempertahankan cairan di dalam tubuh lebih dari 1 hari.

3. Bercampurnya tinja dengan darah.

4. Mengalami perubahan kondisi mental, seperti menjadi lebih sering terlihat kebingungan.

5. Berbicara melantur dan pandangan menjadi kabur.

6. Mengalami dehidrasi yang cukup parah dengan tanda-tanda seperti mulut kering, sakit kepala, mata tenggelam, denyut jantung cepat sangat mudah kelelahan, dan sulit buang air kecil.

7. Mengalami kejang-kejang.

Baca Juga  Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Dispepsia

Penyebab Keracunan Makanan

Patogen patogen yang menyebabkan makanan menjadi beracun diantaranya adalah seperti:

1. bakteri Campylobacter, Salmonella, Escherichia coli (E. Coli), Listeria, Clostridium botulinum ( botulinum) dan Shigella.

2. Norovirus dan rotavirus.

3. Parasit Cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan Giardia.

Sementara perlakuan perlakuan tertentu yang menyebabkan sebuah makanan menjadi beracun adalah sebagai berikut.

1. Salah menyimpan makanan dalam suhu tertentu, misalnya menyimpan daging atau susu tidak dalam suhu yang dingin.

2. Tidak memasak makanan hingga merata, terutama memasak daging atau produk hewani.

3. Menyimpan makanan yang sudah dimasak matang di suhu hangat untuk waktu yang terlalu lama.

Baca Juga  Inilah Bedanya Ciri Ciri Usus Buntu dan Ciri Ciri Hernia Disini

4. Mengonsumsi makanan yang sudah melewati batas waktu atau kadaluarsa.

5. Adanya kontaminasi silang, itu misalnya menggunakan pisau yang sama untuk memotong daging mentah dan mengiris apel segar.

6. Menggunakan peralatan yang kurang bersih, seperti pisau, sendok makan, talenan, atau air cuci.

7. Kontaminasi dari orang yang sedang sakit dan menyentuh makanan tersebut.

cara mengatasi kerancunan makanan

8 Cara Mengatasi Keracunan Makanan yang Tepat

Setelah mengenali ciri-ciri keracunan makanan dan penyebab keracunan tersebut, selanjutnya kita dapat melakukan berbagai perlakuan yang dapat. Berikut ini adalah beberapa perlakuan-perlakuan yang dapat dilakukan sendiri di rumah untuk mengatasi keracunan makanan.

1. Konsumsi segera bahan makanan yang dapat menetralisir racun seperti susu murni atau pun air kelapa.

2. Apabila gejala yang dialami adalah berupa dehidrasi, maka perbanyaklah meminum air mineral dan ditambah oralit/ larutan garam dan gula jika perlu.

3. Beristirahatlah dengan cukup.

4. Gunakan obat diare apabila memiliki feses yang terlalu cair. Obat diare juga bisa menyerap racun yang ada di dalam usus untuk keluar bersama feses, seperti aluminium hidroksida atau kaopectate.

Baca Juga  Makanan Untuk Penderita Tipes yang Boleh Dikonsumsi dan Tidak

5. Sebisa mungkin jangan menggunakan obat anti muntah atau hanya gunakan apabila mengalami dehidrasi yang sangat parah.

6. Makan makanan yang padat selama mengalami gejala keracunan, seperti biskuit atau sereal kering, hingga gejala keracunan mereda.

7. Periksa peralatan makan yang kemungkinan menjadi sumber patogen beracun dan jangan gunakan lagi.

8. Gunakan antibiotik apabila kamu juga memiliki penyakit diabetes, memiliki kekebalan tubuh yang lemah, memiliki gangguan hati atau ginjal, dan telah berusia lanjut.

Sebenarnya, tubuh telah memiliki kekebalan yang memungkinkan untuk menolak patogen patogen penyebab keracunan. Sehingga, tentu saja keracunan makanan akan lebih mudah terjadi pada seseorang yang memiliki imunitas rendah.

Bahkan, makanan yang umumnya tidak beracun lagi orang kebanyakan, dapat berubah menjadi racun bagi seseorang yang memiliki imunitas rendah atau pun kelainan tertentu.

Amry Hidayat

Ini saya, Amry Hidayat. Terima kasih sudah membaca tulisan-tuisan saya, yang semoga tidak membosankan. Jika memang membosankan, tolong dimaklumi selagi saya terus mengasah kemampuan.

Maklumi juga karena saya ini baru anak Mei 1995 kemarin. Gaya saya yang naratif semoga tidak juga mengganggu. Hal itu karena kegiatan yang tidak jauh dari dunia sastra, sampai membuahkan satu buku puisi berjudul Ampre Memper (2015) dan beberapa antologi bersama di tahun selanjutnya.

Kalau bukan itu, palingan bermain-main dengan gambar bergerak di instagram @amryhidayat.

Request atau beri masukan soal penulisan konten melalui amryhidayat.official@gmail.com atau cari saja saya di sekitar perempuan yang tertawa terbahak-bahak. Jangan datangi rumah saya, karena kadang di Jogja kadang di Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *