Apa itu Asimilasi? dan Apa Faktor yang Mempengaruhinya

Apa itu Asimilasi? dan Apa Faktor yang Mempengaruhinya

Apa Itu Asimilasi – Di era yang memungkinkan informasi menyebar lebih luas seperti sekarang, proses pertukaran budaya memang sangat mudah terjadi. Hal tersebut dipandang kekurangan, tetapi juga sekaligus sebuah keuntungan. Namun, tentu saja ada beberapa

Apa itu Asimilasi

faktor asimilasi

Asimilasi adalah proses terjadinya peleburan dua kebudayaan atau lebih yang menyebabkan kebudayaan asli dari seseorang yang menerapkannya menjadi hilang dan membentuk sebuah kebudayaan baru.

Terjadinya proses asimilasi dapat diketahui berdasarkan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antar satu orang dengan orang lain atau sebuah kelompok dengan kelompok lain.

Cara yang dipakai dalam mengurangi perbedaan dalam proses asimilasi adalah berupa usaha mendominankan kesatuan dalam tindakan dan perasaan, yang mengutamakan kepentingan atau tujuan bersama.

Apa Hasil Asimilasi?

Hasil dari proses apa itu asimilasi adalah berupa fenomena sosial, yaitu menipisnya perbedaam antar individu atau antar kelompok. Di antara mereka tidak ada lagi batas yang membatasi secara absolut.

Antar individu kemudian melakukan identifikasi dengan mengatasnamakan kepentingan bersama. Dengan kata lain, kemauan sendiri atau ego sendiri harus disesuaikan dengan apa yang dimau oleh kelompok kecil. Kelompok kecil melakukan hal serupa dengan kelompok yang lebih besar dan seterusnya.


Syarat Terjadi Asimilasi

Supaya terjadi apa itu asimilasi, ada beberapa hal yang harus terjadi atau dilakukan oleh seseorang yang berbudaya tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Adanya sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda satu sama lain.

2. Adanya sebuah hubungan atau pergaulan antarindividu atau kelompok yang berbeda budaya secara intensif dan dalam waktu yang cukup lama.

3. Para pelaku bersifat terbuka dan kebudayaan masing-masing pelaku asimilasi tersebut sama-sama berubah dan menyesuaikan diri satu sama lain.

syarat syarat asimilasi
Faktor Faktor Pendorong Asimilasi

Ada beberapa faktor yang secara umum akan mempermudah atau mendorong terjadinya apa itu asimilasi, yaitu adalah sebagai berikut:

1. Adanya sikap toleransi di antara sesama kelompok berbeda kebudayaan yang berhubungan.

2. Adanya kesetaraan atau relatif setingkat dalam kemampuan ekonomi.

3. Munculnya rasa kesediaan untuk menghormati atau menghargai pihak asing dan kebudayaan-kebudayaan yang dibawanya.

4. Adanya pemikiran dan sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam sebuah kelompok.

5. Adanya persamaan unsur-unsur dalam kebudayaan secara umum.

6. Terjadinya sebuah perkawinan antara dua individu yang berasal dari dua kelompok yang berbeda budaya.

7. Adanya kesamaan nasib atau memiliki musuh yang sama dan mempercayai kekuatan satu sama lain untuk menang dalam melawan musuh tersebut.

Apakah Faktor Penghalang Asimilasi?

Ada beberapa faktor yang secara umum akan menghalangi atau menggagalkan terjadinya apa itu asimilasi, yaitu adalah sebagai berikut:

1. Adanya kelompok yang terasing atau terisolasi, biasanya dialami oleh sebuah kelompok yang berstatus minoritas.

2. Kurangnya pemahaman atau pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang sedang diterima.

3. Adanya prasangka negatif atau kecurigaan terhadap pengaruh kebudayaan lain. Biasanya, kekhawatiran semacam ini akan dapat teratasi dengan cara meningkatkan fungsi lembaga-lembaga dalam kemasyarakatan.

4. Adanya kebanggan berlebih terhadap kebuayaannya sendiri atau adanya perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih rendah ketimbang kebudayaan yang dimiliki. Kebanggaan berlebihan semacam itu akan membuat sebuah kelompok tidak bersedia untuk mengakui kebudayaan kelompok lain.

5. Terdapat sebuah perbedaan dalam bentuk ciri-ciri fisik seperti warna kulit, tinggi badan, atau rambut.

6. Adanya ketergantungan atau perasaan yang sangat kuat bahwa dirinya terikat pada kebudayaan kelompok tertentu sehingga tidak perlu menerima kebudayaan lain.

7. Adanya gangguan oleh kelompok penguasa atau berpengaruh terhadap golongan minoritas.

Comments are closed.