Bagaimana Komposisi Keanggotaan PPKI? Berapa Jumlah Anggota PPKI?

Bagaimana Komposisi Keanggotaan PPKI? Berapa Jumlah Anggota PPKI?

Bagaimana Komposisi Keanggotaan PPKI – Mungkin banyak orang yang belum mengetahui bahwa PPKI adalah singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, sedangkan dalam bahasa Jepang, PPKI disebut dengan Dokuritsu Zyunbi Inkai.

PPKI merupakan panitia yang bertugas dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Namun jauh sebelum PPKI dibentuk BPUPKI atau singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia sudah lebih dulu berdiri.

Akan tetapi karena dianggap terlalu cepat ingin memproklamirkan kemerdekaan, BPUPKI akhirnya dibubarkan dan tanggal 7 Agustus 1945, pemerintahan Jepang secara resmi membubarkan BPUPKI.

Dan menggantinya dengan membentuk PPKI yang merupakan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Lalu bagaimana komposisi keanggotaan PPKI?

 bagaimana komposisi keanggotaan ppki

Bagaimana Komposisi Keanggotaan PPKI? Berikut Tugas-Tugasnya

Sebelum membahas lebih dalam perlu Anda ketahui bahwa PPKI diketuai langsung oleh Ir. Soekarno beserta wakilnya Drs. Moh. Hatta dengan anggota jumlah anggota PPKI yaitu 21 orang.

Adapun 21 jumlah anggota PPKI tersebut terbagi atas 12 orang asal Jawa, 3 orang asal Sumatera, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang asal Nusa Tenggara, 1 orang asal Maluku dan 1 orang terakhir berasal dari etnis Tionghoa.

Sedangkan untuk tugas-tugas yang akan dilaksanakan oleh PPKI adalah sebagai berikut :

– Menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia.

– Melakukan pengesahan undang-undang sebagai dasar negara

– Memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden RI yakni Ir.Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.

– Membentuk Komite Nasional yang berfungsi dalam membantu tugas presiden sebelum pembentukan MPR dan juga DPR.

Tanggal 9 Agustus 1945, tiga tokoh penting di PPKI, mulai dari Soekarno, Moh. Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat dipanggil langsung ke Dalat, Vietnam untuk mendengarkan langsung intruksi dari Jepang mengenai langkah berikutnya yang harus dilakukan PPKI.

Selanjutnya pada tanggal 12 Agustus 1945, Jenderal Terauci memberikan pernyataan bahwa kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1945 yang meliputi wilayah bekas Hindia Belanda terdahulu.

Namun pada tanggal 15 Agustus ketika Jepang menyerah terhadap sekutu. Jepang pun diminta untuk mempertahankan status quo. Peristiwa ini pun dianggap akan memupuskan harapan untuk bisa memerdekakan Indonesia.

Tetapi pada tanggal 16 Agustus 1945, terjadi sebuah peristiwa yang dinamakan peristiwa Rengasdengklok, dimana pada peristiwa tersebut terjadi adu argumen antara golongan tua dan muda mengenai waktu dan tempat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Golongan muda ingin memproklamirkan kemederkaan secepat mungkin sedangkan golongan tua ingin menundanya untuk dimusyawarahkan lebih dulu dengan anggota PPKI yang lain.

Adanya desakan membuat golongan muda menculik Soekarno-Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok dan akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia resmi diproklamirkan yang artinya ibu pertiwi resmi bebas dari penjajahan.

Berikut Ini Jumlah Anggota PPKI :

Berikut ini adalah jumlah anggota PPKI yang merupakan susunan awal keanggotaan PPKI :

1. Ir. Soekarno (Ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)
3. Prof. Mr. Dr. Soepomo (Anggota)
4. KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)
5. R. P. Soeroso (Anggota)
6. Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)
7. Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)
8. Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)
9. Otto Iskandardinata (Anggota)
10. Abdoel Kadir (Anggota)
11. Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)
12. Pangeran Poerbojo (Anggota)
13. Dr. Mohammad Amir (Anggota)
14. Mr. Abdul Maghfar (Anggota)
15. Mr. Teuku Mohammad Hasan (Anggota)
16. Dr. GSSJ Ratulangi (Anggota)
17. Andi Pangerang (Anggota)
18. A.H. Hamidan (Anggota)
19. I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)
20. Mr. Johannes Latuharhary (Anggota)
21. Drs. Yap Tjwan Bing (Anggota)

Tetapi tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang, jumlah anggota PPKI dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia bertambah 6 orang.

Lalu siapa sajakah komposisi keanggotaan PPKI yang bertambah itu? Tentu saja dengan bertambah 6 orang, dengan nama-nama sebagai berikut :

1. Achmad Soebardjo (Penasehat)
2. Sajoeti Melik (Anggota)
3. Ki Hadjar Dewantara (Anggota)
4. R.A.A. Wiranatakoesoema (Anggota)
5. Kasman Singodimedjo (Anggota)
6. Iwa Koesoemasoemantri (Anggota).

Maka secara otomatis komposisi keanggotaan PPKI menjadi beranggotakan 27 orang, dimana Achmad Soebardjo bertindak sebagai penasihat yang dulunya tidak ada.

bagaimana komposisi keanggotaan ppki

Hasil Sidang PPKI

Usai memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, PPKI pun mengadakan sidang, dimana sidang tersebut diagendakan mulai dari tanggal 18 Agustus, 19 Agustus dan 22 Agustus. Adapun hasil sidang dari PPKI adalah sebagai berikut :

Hasil Sidang Pertama:

PPKI dan sidang yang dilakukan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 menghasilkan tiga keputusan, yaitu sebagai berikut :

1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945

2. Memilih Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai presiden dan wakil presiden.

3. Membentuk Komite Nasional yang berfungsi membantu tugas Presiden sementara, sebelum pembentukan MPR dan DPR.

Hasil Sidang Kedua

Sidang yang dilakukan oleh PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 menghasilkan tiga keputusan, yaitu sebagai berikut

1. Melakukan Pembagian wilayah Indonesia yang terdiri atas 8 provinsi.

2. Membentuk Komite Nasional untuk tiap daerah.

3. Menetapkan 12 departemen dan menterinya yang menjadi kepala departemen dan juga menetapkan 4 menteri negara.

Hasil Sidang ketiga PPKI

Sidang yang dilakukan oleh PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945 menghasilkan tiga keputusan, yaitu sebagai berikut

1. Membentuk Komite Nasional.

2. Membentuk Partai Nasional Indonesia.

3. Membentuk Badan Keamanan Rakyat.

Itulah tadi pembahasan mengenai bagaimana komposisi keanggotaan PPKI, jumlah anggota ppki sampai isi dari sidang PPKI dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan Kita terahadap bangsa Indonesia yah merdeka.

Comments are closed.