6 Penyebab Bayi Sungsang dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Bayi Sungsang dan Cara Mengatasinya

Bayi Sungsang- Bayi terus bergerak dalam kandungan ibu hingga membawa bayi pada posisi kepala di bawah saat mendekati kehamilan. Namun terkadang posisi kepala ada di atas yang membuat bayi sulit dilahirkan secara normal hingga harus menjalani proses operasi caesar untuk bisa lahir di dunia.

Kapan Bayi Dalam Rahim Dikatakan Sungsang ?

Sekitar 3% kehamilan terjadi dengan posisi bayi sungsang. Kehamilan sungsang terjadi ketika kepala bayi berada di atas rahim sedangkan kaki atau bokong berada di bagian bawah ketika usia kehamilan sudah lebih dari 35 atau 36 minggu.

Padahal normalnya, bayi akan secara otomatis memposisikan kepalanya di bawah atau tengkurap dekat panggul ketika menjelang persalinan. Posisi kepala bayi ini bisa diketahui melalui pemeriksaan dengan ultrasonografi atau USG.

Posisi bayi yang tepat diperlukan karena kepala bayi ikut memberikan dorongan dan membuka jalan saat kelahiran normal. Kondisi bayi sungsang ketika usia kehamilan menginjak 35 minggu merupakan hal yang dikhawatirkan ibu hamil, karena berisiko terhadap kelahiran bayi yang dikandungnya.

Sementara posisi sungsang saat hamil muda adalah normal karena posisi janin memang masih melayang-layang dan belum stabil akibat jumlah air ketuban yang masih banyak. Kondisi bayi sungsang ini juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bayi yang dilahirkan seperti cacat hingga kehilangan nyawa.

Apa Penyebab Posisi Bayi Sungsang ?

Tidak ada yang bisa menjelaskan dengan pasti mengapa posisi sungsang bisa terjadi, tetapi para ahli menyatakan bahwa bayi sungsang dapat terjadi karena sejumlah faktor berikut ini

1.Bentuk rahim yang tidak normal

Bentuk rahim yang tidak sempurna bisa menjadi fakor penyebab bayi sungsang karena akan menyulitkan bayi berputar ke arah normal.

Bentuk rahim yang tidak normal ini bisa disebabkan berbagai faktor diantaranya kelainan rahim akibat cedera, pinggul terlalu sempit karena faktor usia, bentuk rahim memanjang (septum uterus), maupun karena adanya tumor rahim (fibroid).

2.Volume air ketuban tidak normal

Bayi sungsang juga dipengaruhi oleh volume atau jumlah air ketuban yang ada dalam kandungan. Air ketuban dalam jumlah yang tepat bermanfaat agar bayi bisa bergerak dengan nyaman di dalam rahim. Tapi jika volumenya terlalu sedikit atau terlalu banyak akan meningkatkan risiko bayi sungsang.

Jika terlalu banyak, bayi akan bergerak dengan leluasa seperti berenang sehingga terkadang menyebabkan posisi tidak sesuai dengan yang seharusnya. Sedangkan volume yang terlalu sedikit akan menyulitkan bayi berputar ke arah normal.

3.Posisi plasenta menutupi jalan lahir

Posisi plassenta (ari-ari) yang menutupi seluruh atau sebagian rongga rahim (jalan lahir) akan menyulitkan kepala bayi masuk ke jalan lahir, akibatnya posisi bayi tidak tepat berada di bawah. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan istilah plasenta revia.

Gangguan plasenta selama kehamilan bisa disebabkan beberapa hal diantaranya kebiasaan merokok saat hamil, kehamilan multiple (kembar dua, tiga), maupun sebagai akibat pernah menjalani operasi di rongga rahim.

4.Ukuran tali pusat terlalu pendek

Bayi dalam kandungan yang memiliki tali pusat terlalu pendek akan menyebabkan gerakan bayi menjadi terbatas. Akibatnya bayi kesulitan untuk bergerak ke arah panggul ketika masa persalinan dan memicu bayi memiliki posisi sungsang.

5.Terlilit tali pusat

Kondisi bayi terlilit tali pusat juga bisa menyebabkan bayi sungsang. Karena lilitan tali pusat yang mengikat bayi terlalu erat akan membuat gerakan bayi tidak maksimal. Masalah ini bisa menyulitkan kepala bayi untuk turun ke panggul sehingga justru membuat bayi berada pada posisi sungsang.

6.Kehamilan bayi kembar

Mengandung bayi kembar menyebabkan pergerakan posisi bayi menjadi lebih terbatas karena bayi harus berbagi ruang dengan saudaranya. Kondisi ini membuat bayi sulit berputar ke arah panggul untuk menemukan jalan lahir.

Bagaimana Mengatasi Bayi sungsang?

Lalu apa yang harus dilakukan ketika mengetahui bayi anda dalam posisi sungsang? Tenang, jangan panik. Ketika anda konsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk operasi caesar.

Namun sebelum memutuskan bersedia melakukan operasi caesar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar bayi berada pada posisi normal. Selama anda memakai cara yang aman, tidak akan jadi masalah. Berikut ini beberapa cara aman untuk merubah posisi bayi sungsang

1.Melakukan ECV (External Cephalic Version)

ECV merupakan prosedur medis yang dilakukan dokter dengan memutar bayi ke posisi normal. Caranya adalah dengan memberi tekanan kepada perut secara manual dengan tangan, sehingga posisi kepala bayi menjadi ke bawah. Prosedur ini biasanya disarankan untuk usia kehamilan 36-38 minggu. Selama menjalani prosedur ECV, posisi bayi selalu dipantau dengan USG sehingga aman.

2.Melakukan terapi gerakan sujud

Gerakan sujud, yakni dengan berlutut di lantai lalu menempatkan kepala atau dahi di lantai. Jadi metode ini berusaha membalikkan posisi bayi dengan membalikkan posisi tubuh ibu hamil tersebut.

Gerakan ini juga dipercaya membantu ibu hamil untuk mengembangkan ruangan yang lebih luas pada panggul sehingga bayi lebih leluasa menemukan posisi terbaiknya. Lakukan terapi sujud ini 5 kali sehari selama 3-5 menit.

3.Jalan kaki

Jalan kaki merupakan olahraga termudah yang bisa dilakukan ibu hamil. Cobalah jalan kaki dengan posisi badan tegak selama 20-10 menit setiap hari. Berjalan bisa membantu bayi anda bergerak menemukan posisi yang tepat karena gerakan panggul saat jalan kaki akan memicu ruang yang lebih besar pada panggul.

Jika berbagai usaha diatas tidak bisa merubah posisi sungsang bayi anda, sebaiknya lahirkan bayi anda dengan operasi caesar. Ini merupakan cara paling aman.

Memaksakan persalinan normal dalam kondisi bayi sungsang dikhawatirkan membahayakan kesehatan bayi anda. Bagaimanapun juga, melahirkan baik dengan cara normal maupun caesar tidak akan mengurangi kebahagiaan memiliki seorang bayi.

Nah itulah tadi ulasan mengenai bayi sungsang dan cara mengatasinya. Semoga artikel tadi bermanfaat dan menenangkan ibu hamil. Tetap sehat ya

Comments are closed.