Mengenal Bunyi Hukum Hooke dan Kisah Kisah Robert Hooke

Mengenal Bunyi Hukum Hooke dan Kisah Kisah Robert Hooke

Bunyi Hukum Hooke – Sahabat, kita menemui banyak sekali peralatan sehari-hari yang pada konsep kerjanya adalah mengembalikan gaya yang kita berikan. Misalnya, pada kendaraan kita digunakan skok untuk mengurangi guncangan.

Nah, skok pada bagian roda kendaraan memanfaatkan hukum hooke(hukum hooke, bunyi hukum hooke) yang memungkinkan untuk mengembalikan tekanan yang ada.

Pengertian Hukum Hooke

Secara singkat hukum hooke dapat dimengerti sebagai hukum yang menerangkan tentang gaya elastisitas. Elastisitas yang dimaksud bisa dari sebuah pir atau pun pegas.

Bunyi hukum hooke menyebutkan bahwa besarnya gaya hooke secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakkan pegas dari posisi semula.

Oleh karena itu, rumus hukum hooke menyebutkan bahwa gaya (F) sama dengan negasi dari konstanta pegas (k) dikalikan jarak pergerakan pegas dari posisi semula(x).

Menurut hukum ini, semakin besar gaya yang diberikan maka pegas juga akan semakin memanjang. Sementara apabila gaya tarik yang ada pada sebuah pegas(yang tidak melampaui batas elastisitas bahan), maka pertambahan pajang pegas akan berbanding lurus dengan gaya tariknya.

Siapakah Pencetus Bunyi Hukum Hooke?

penemu bunyi hukum hooke

Hukum hooke dikenalkan oleh Robert Hooke(18 Juli 1635-3 Maret 1703). Robert Hooke merupakan seorang berkebangsaan Inggris ahli kimia yang juga ahli matematika, arsitek, dan fisuf. Selain karena hukum hooke ini, Robert Hooke juga dikenal karena memperkenalkan istilah “sel” dan “mikroskopi”.

Robert Hooke diketahui juga berkontribusi banyak mengenai penerangan gerakan atau orbit planet-planet itu akibat gabungan inersia menuruni garis lurus dan gaya tarik matahari.

Hukum hooke(hukum hooke, bunyi hukum hooke) yang dilekatkan tanda negatif (-) menyatakan bahwa arah gaya (F) akan berlawanan dengan arah perubahan panjang (x) dan konstanta(k). Perubahan panjang tersebut diukur dari posisi keseimbangan pegas.

Tanda minus (-) menunjukkan bahwa pegas direnggangkan (L > 0), sementara gaya yang dimiliki pegas akan menyusutkan (L) karena memiliki arah. Sebaliknya, waktu akan mendesak pegas (L<0) dan gaya pegas pada arah (L) yang positif, membuat konstanta (k) berdimensi gaya/panjang.

Kisah Robert Hooke Sang Penemu Hukum Hooke

Robert Hooke adalah anak seorang pendeta(John Hooke) yang merupakan seorang kurator di museum Gereja All Saints. Ia pernah belajar selama dua tahun di Universitas Oxford sebelum akhirnya ditunjuk sebagai asisten Robert Boyle.

Setelah masuk dalam keanggotaan Curator Royal Society, Robert Hooke menerbitkan buku yang berjudul Micrographia. Buku tersebut berisi gambar-gambar unik dari karya Hooke dan beberapa orang lainnya.

Robert Hooke memang seseorang yang dapat menggambar dengan baik, bahkan dia juga pernah membantu dalam merencanakan ulang salah satu bagian Kota London yang terbakar dan rusak di pada tahun 1666.

Sayangnya Robert Hooke dikenal sebagai salah satu ilmuan yang cukup pelit, sehingga sangat sering merasa idenya akan dicuri. Karena tekanan tersebut, ia mengalami berbagai penyakit seperti masalah pencernaan dan sulit tidur.

Robert Hooke juga mengalami kebutaan setelah sebelumnya didiagnosis mengalami diabetes menurun yang membuat kakinya meradang. Pada tahun 1703, Robert Hooke akhirnya meninggal di Gresham College, London.

Contoh Pengunaan hukum Hooke Dalam Kehidupan Sehari Hari

hukum hooke
Itulah tadi uraian mengenai bunyi hukum Hooke dan pencetusnya. Kita dapat menggunakan hukum hooke ini untuk memahami beberapa alat yang membantu aktivitas sehari-hari, seperti:

1. Neraca pegas, alat yang digunakan untuk mengetagui massa tubuh seseorang.

2. Dinamometer, alat yang berguna untuk mengukur gaya.

3. Ketapel, alat berburu dan permainan tradisional.

4. Kasur pegas, inovasi tempat tidur yang membuat kita merasa lebih nyaman ketika berbaring.

Comments are closed.