2 Contoh Pasar Monopolistik di Indonesia dan karakter Pasar Monopolistik

2 Contoh Pasar Monopolistik di Indonesia dan karakter Pasar Monopolistik

Contoh Pasar Monopolistik – Meskipun sudah banyak kegiatan pemenuhan kebutuhan secara online seperti jual beli online, namun sebagian besar masyarakat masih memilih kegiatan jual beli di pasar akan tetapi saat ini sudah banyak bertebaran pasar

Karena kegiatan ekonomi yang dilakukan di pasar dan masih bersifat konvensional menawarkan berbagai macam kelebihan yang tidak dapat ditemukan pada proses jual beli online. Salah satunya adalah konsumen dapat melihat barang secara langsung dan melakukan penawaran harga.

Salah satu jenis pasar yang saat ini sedang berkembang dengan sangat pesat yaitu pasar monopolistik sehingga penting untuk anda mengetahui contoh pasar monopolistik dengan benar.

Sebelum mengetahui dan memahami berbagai macam pasar monopolistik di era modern ini, maka ada baiknya jika anda memahami konsep-konsep dasar dalam pasar monopolistik.

Karena meskipun sudah banyak ditemui saat ini ternyata masih ada saja masyarakat yang belum mengetahui atau bahkan belum memahami konsep pasar monopolistik itu sendiri.

Karena pada umumnya saat ini masyarakat hanya memahami pasar sebagai sebuah tempat utama pemenuhan kebutuhan tanpa tahu bahwa pasar sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan kegiatan ekonomi yang berjalan.

contoh pasar monopolistik
Memahami Konsep Dasar Pasar Monopolistik

Baik disadari atau tidak pada faktanya saat ini pasar monopolistik menjadi salah satu jenis pasar yang berkembang dengan sangat pesat di era yang serba modern ini. Sebelum mengenal pasar monopolistik lebih jauh lagi maka ada baiknya jika anda mengetahui pengertian pasar monopolistik terlebih dahulu.

Pasar monopolistik adalah salah satu jenis pasar dimana seluruh produsen pada pasar tersebut menghasilkan satu jenis barang yang serupa namun dengan ciri khas yang berbeda-beda.

Salah satu fakta menarik dari bentuk pasar monopolistik adalah dari asal usul kemunculannya. Sebab hingga saat ini masih banyak yang tidak mengetahui bahwa jenis pasar ini pertama kali diterapkan di negara Barat.

Dalam sejarahnya pasar monopolistik dicetuskan oleh dua orang asal negeri Paman Sam yaitu Amerika Serikat. Dua orang ekonom tersebut adalah Joan Violet dan Edward Chamberlin yang mulai memperkenalkan konsep pasar monopolistik sejak tahun 1930-an.

Pada hakikatnya penerapan pasar jenis ini didasari karena adanya ketidakpuasan konsumen pada satu jenis produk. Sehingga akhirnya produk tersebut juga dibuat oleh produsen lainnya dengan memberikan fitur tambahan sehingga saat ini banyak sekali pasar monopolistik yang bisa anda temui.

4 contoh pasar monopolistik
2 Contoh Pasar Monopolistik Saat Ini

Setelah mengetahui definisi pasar monopolistik dan juga ciri khas khusus dari pasar ini, maka hal selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah mempelajari berbagai contoh pasar monopolistik yang ada disekitar anda. Berikut beberapa contoh pasar monopolistik yang bisa anda temui dengan mudah :

1.    Produk     Peralatan Dapur
Pada sebuah pasar anda akan menemukan beragam jenis panci dengan bentuk dan warna yang sama. Namun panci dari produsen A memiliki klaim menggunakan lapisan yang anti lengkat. Sedangkan     panci dari produsen B memiliki klaim menggunakan lapisan anti gosong     pada bagian bawan panci.

2.    Produk   Parfum
Pada sebuah supermarket anda akan menemukan berbagai merk parfum. Dimana parfum A memiliki klaim wangi yang lebih tahan lama. Sedangkan parfum B memiliki klaim aroma parfum yang lebih halus.

Karakteristik Khusus Pasar Monopolistik

Setelah mengetahui pengertian pasar monopolistik dan konsep dasar kegiatan ekonomi yang ada di dalamnya, maka hal selanjutnya yang perlu anda pahami adalah mengenai ciri-ciri khusus pasar monopolistik itu sendiri. Berikut beberapa karakteristik pasar monopolistik yang wajib anda pahami :

1.    Barang  Yang Serupa Namun Tak Sama

Seperti namanya pasar monopolistik pada dasarnya menjajakan atau menyediakan satu jenis barang yang serupa baik dari segi fisik dan fungsinya.

Namun ketika diamati lebih jauh barang-barang tersebut memiliki keunggulan masing-masing atau ciri khas yang membedakannya dengan produk yang lain.

Pada dasarnya hal tersebut bisa terjadi karena adanya ketidakpuasan konsumen terhadap salah satu jenis produk. Sehingga produsen yang lain tertarik untuk menciptakan produk yang memiliki fungsi serupa namun dengan keunggulan dan corak yang berbeda.

2.    Penjual   Memiliki Kemampuan Penetapan Harga

Pada pasar monopolistik penjual atau produsen akan tetap memiliki keleluasaan dalam hal penetapan harga produk yang dipasarkan.

Hal tersebut dikarenakan masing-masing produk yang terdapat dalam pasar ini tetap memiliki ciri khas masing-masing meskipun bentuknya serupa. Misalnya saja produk lulur badan wanita dimana produk A lebih terkenal akan kelembutannya sedangkan produk B lebih terkenal karena wewangiannya yang khas.

Karena dua perbedaan kecil tersebut produsen tetap bebas menentukan harga tanpa khawatir tersaingi oleh produsen lainnya.

3.    Didominasi Oleh Kegiatan Promosi

Kegiatan promosi sendiri memang pada dasarnya menjadi salah satu inti dari kesuksesan sebuah produsen dalam menjual produk yang dipasarkan.

Apalagi dalam pasar monopolistik beragam produsen menawarkan jenis produk yang sama. Oleh karena itu untuk menarik minat pembeli maka promosi harus gencar dilakukan agar konsumen mengetahui perbedaan produk produsen A dengan produsen B.

Oleh karena itu pada pasar monopolistik minat konsumen tidak hanya didapatkan dari segi harga namun juga dari segi kualitas promosi yang dilakukan.

Demikianlah artikel mengenai contoh pasar monopolistik yang dapat Kami sampaikan dan semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk anda.

Comments are closed.