Kegunaan dan Dosis Ambroxol Anak yang Aman Sesuai Umur

Kegunaan dan Dosis Ambroxol Anak yang Aman Sesuai Umur

Dosis Ambroxol Anak – Ambroxol drop adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit pada saluran pernafasan bayi dan anak, dimana gejala umumnya adalah berupa banyak lendir atau dahak pada tenggorokan.

Obat ambroxol akan berperan sebagai metabolit bromhexine yang umumnya akan bekerja memecah serat asam mukopolisakarida, sehingga akan membuat dahak menjadi lebih encer serta mengurangi dapat mengurangi adhesi lendir pada dinding tenggorokan dan tentunya hal tersebut akan mempermudah pengeluaran lendir pada saat batuk.

Kegunaan Ambroxol Pada Anak

Dosis Ambroxol anak yang Tepat akan berguna untuk Mengobati Penyakit Berikut:

1. Penyakit saluran pernafasan

Kegunaan Ambroxol yang pertama dapat mengatasi banyak lendir atau dahak, seperti : emfisema, radangparu kronis, eksaserbasi bronkitis kronis dan akut, bronkitis asmatik, bronkiektasis, asma bronkial yang disertai kesukaran pengeluaran dahak, serta penyakit radang rinofaringeal.

Baca Juga  Selain Virus, Inilah 7 Penyebab Batuk Berdahak yang Perlu Diwaspadai

2. Sebagai obat batuk

Kegunaan Ambroxol yang selanjutnya adalah sebagai obat batuk yang disebabkan oleh adanya dahak yang mengganggu tenggorokan penderita.

3. Mengatasi

Selain itu obat ini berguna juga sebagai anti inflamasi, dengan cara mengurangi kemerahan saat sakit di bagian tenggorokan.

Catat, Inilah Dosis Ambroxol Anak yang Aman Sesuai Umur

dosis ambroxol anak yang aman
Dosis ambroxol anak disesuaikan umur dan dapat diminum sesudah makan. Apabila penggunaan jangka panjang, dosis dapat dikurangi bertahap, masing-masing adalah sebagai berikut.

1. Dosis ambroxol anak berusia 2-5 tahun : 3 x sehari 1 ½ ml drop.

2. Dosis ambroxol anak atau bayi berusia 1-2 tahun : 2 x sehari 1 ml drop.

3. Dosis ambroxol bayi berusia kurang dari 1 tahun : 2 x sehari ½ ml drop.

4. Dosis ambroxol lazim anak : 1.2-1.5 mg / kg berat badan / hari dalam dosis bagi.

Efek Samping Ambroxol Untuk Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa efek samping ambroxol drop, terutama Dosis ambroxol anak yang kurang tepat, yang umum terjadi :

1. Efek samping yang relatif ringan, seperti gangguan pada saluran pencernaan berupa mual, muntah, dan nyeri pada ulu hati.

Baca Juga  KB Suntik 3 Bulan VS KB Suntik 1 Bulan dan Efek Sampingnya

2. Efek samping yang lebih serius bisa terjadi tetapi kejadiannya jarang, misalnya seperti reaksi alergi seperti kulit kemerahan, bengkakpada wajah, dispnea, sesak nafas dan kadang-kadang demam.

dosis ambroxol pada anak
Hal-Hal Penting Terkait Ambroxol Drop

Batuk adalah sebuah mekanisme alamiah tubuh dalam rangka melindungi diri dari infeksi virus atau bakteri, termasuk respon terhadap alergi tertentu. Oleh sebab itu batuk sebenarnya sangat berguna untuk mengeluarkan dahak dan sumber penyakit. Obat seperti Ambroxol drop akan mendukung terjadinya batuk dengan cara mengencerkan dahak supaya lebih mudah dikeluarkan.

Lebih baik untuk membuang semua sisa obat Ambroxol drop yang lagi dibutuhkan. Ambroxol yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya sehingga mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal.

Obat-obatan jenis mukolitik umumnya bisa menembus sawar mukosa lambung, oleh sebab itu meminum obat ini sebaiknya dilakukan setelah makan untuk menghindari efek samping pada saluran pencernaan. Pasien yang menderita ulkus pada lambung disarankan sangat hati-hati.

Baca Juga  Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Dispepsia

– Gunakan dosis Ambroxol anak sesuai dengan aturan dan jangan minum dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau pun lebih lama dari yang telah dianjurkan.

– Jangan berbagi obat dengan penderita lain, walaupun mereka terlihatmemiliki gejala penyakit yang sama.

– Simpan obat pada suhu ruangan dan hindarkan dari kelembaban dan panas.

– Jangan menggunakan obat ambroxol untuk pasien yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitivitas.

Penyebab dan 7 Cara Mengatasi Mimisan Dengan Sederhana Mengenal 5 Manfaat Buah Dewandaru dan Cara Mengolahnya
Comments are closed.