Selain Muntah dan Diare, Inilah 9 Gejala Muntaber Lainnya

Selain Muntah dan Diare, Inilah 9 Gejala Muntaber Lainnya

Gejala Muntaber – Muntaber atau muntah berak merupakan peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan seperti lambung, usus kecil dan usus besar.

Dalam istilah medis, penyakit muntaber disebut gastroenteritis. Penyakit muntaber termasuk penyakit yang sangat menular karena penyakit ini disebarkan oleh virus lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi atau kontak dengan orang yang terinfeksi.

Penyakit muntaber merupakan jenis penyakit yang menyerang tanpa pandang usia, bisa menyerang anak kecil, orang dewasa maupun orang lanjut usia.

Penyakit ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan sehingga penyakit ini tidak bisa disepelekan begitu saja.

gejala muntaber

Selain Mual dan Muntah, Inilaj 9 Gejala Muntaber Lainnya

Jika penyakit muntaber tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka penyakit ini dapat membahayakan nyawa penderitanya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, maka kita harus bisa mengidentifikasi gejala – gejala muntaber agar kita bisa segera memberikan pertolongan pertama dan penanganan yang tepat pada penderita muntaber.

Muntaber biasanya terjadi karena virus norovirus menginfeksi saluran pencernaan sehingga menimbulkan peradangan pada lambung, usus besar ataupun usus kecil. Berikut ini beberapa gejala muntaber yang perlu diwaspadai yaitu :

1. Sakit perut

Gejala muntaber yang pertama yaitu sakit perut. Sakit perut memang bisa disebabkan karena beberapa hal seperti maag, terlalu kenyang, salah makan atau masuk angin. Penderita muntaber juga mengalami sakit perut karena virus yang menyebabkan muntaber akan menginfeksi saluran pencernaan.

2. Mual dan muntah

Gejala muntaber yang selanjutnya yaitu mual dan muntah. Virus yang menginvasi saluran pencernaan akan membuat si penderita merasakan mual bahkan disertai dengan muntah. Jika mual dan muntah ini terjadi dengan frekuensi yang sering, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter.

3. Demam

Ketika ada bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh, biasanya sistem imun tubuh akan melawan bakteri atau virus tersebut dan terjadilah demam. Virus penyebab muntaber yang masuk ke dalam tubuh penderita bisa menjadi penyebab munculnya demam sehingga demam bisa menjadi salah satu gejala muntaber.

4. Frekuensi BAB meningkat

Peradangan pada saluran pencernaan yang terjadi dapat menyebabkan sakit perut bahkan diare. Meningkatnya frekuensi buang air besar dan diare inilah yang merupakan gejala muntaber.

5. Tubuh menjadi lemas

Penderita muntaber biasanya mengalami akan sering mengalami muntah dan diare. Kondisi inil dapat menyebabkan cairan tubuh menjadi hilang. Dampak yang terjadi tubuh menjadi lemas sehingga aktivitas pun ikut terganggu.

6. Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan merupakan salah satu gejala muntaber. Hal ini bisa terjadi karena penderita muntaber banyak mengeluarkan cairan tubuh sehingga tubuh kehilangan menjadi kehilangan cairan dan memicu terjadinya dehidrasi. Kondisi dehidrasi pada penderita muntaber bisa berakibat fatal jika tidak segera di tangani.

7. Kehilangan nafsu makan

Penderita muntaber yang mengalami gejala – gejala muntaber seperti mual, muntah, diare dan demam juga akan mengalami penurunan nafsu makan.

Parahnya lagi, penderita juga bisa kehilangan nafsu makannya. Jika penderita tidak mau makan, maka kondisi tubuhnya akan semakin melemah. Daya tahan tubuh yang melemah berpotensi mendatangkan penyakit – penyakit lainnya.

8. Kram perut

Selain merasakan gejala seperti sakit perut, muntah, diare dan dehidrasi, penderita muntaber juga akan mengalami gejala kram perut. Kram perut ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak elektrolit, akibatnya otot – otot perut tidak bisa bekerja secara optimal. Hal inilah yang memicu terjadinya kram perut.

9. Jarang buang air kecil

Frekuensi buang air besar pada penderita muntaber akan meningkat namun penderita juga akan mengalami gejala muntaber lainnya seperti jarang buang air kecil. Hal ini terjadi karena penderita muntaber telah banyak kehilangan cairan tubuh sehingga tubuhnya menjadi kekurangan cairan. Itulah sebabnya cairan yang dikeluarkan lewat urin menjadi sedikit.

10. Pola tidur menjadi terganggu dan tidak menentu

Penderita muntaber biasanya pola tidurnya menjadi terganggu bahkan tidak menentu. Hal ini dikarenakan penderita muntaber mengalami sakit perut yang membuatnya menjadi sulit tidur.

Selain itu, kondisi meningkatnya frekuensi buang air besar juga membuat penderita harus bolak balik untuk pergi ke kamar mandi. Sehingga tidur pun menjadi tidak nyenyak dan terganggu.

Comments are closed.