Pengertian Hujan Orografis, Penyebab, Proses, dan Dampaknya

Pengertian Hujan Orografis, Penyebab, Proses, dan Dampaknya

Hujan Orografis – Hujan secara sederhana dapat diartikan sebagai turunnya butir air dari atas permukaan bumi, atau lebih panjang dapat dijabarkan sebagai proses kondensasi atau perubahan wujud cair yang berasal dari uap menjadi lebih padat yaitu air.

Yang selama ini kerap ditemui adalah hujan yang terjadi karena penguapan air laut dan berkondensasi menjadi air. Namun, tahukah kamu bahwa hujan tidak hanya berasal dari air laut secara langsung?

Berikut ini adalah beberapa jenis hujan, yaitu Hujan Siklonal, Hujan Frontal, Hujan Muson atau Hujan Musiman, Hujan Zenital, Hujan Asam, Hujan Meteor (Anda tahu ini bukan soal air), Hujan Buatan yang biasa ada di daerah perkebunan, dan Hujan Orografis.

Pengertian Hujan Orografis yang Perlu Anda Ketahui

pengertian hujan orografis

Hujan Orografi atau disebut juga Hujan Orografi merupakan sebutan untuk fenomena jatuhnya air di daerah pegunungan. Hujan tersebut terjadi karena adanya udara yang mengandung uap air, yang bergerak ke atas daerah pegunungan. Karena semakin tinggi dan suhu semakin menurun, maka terjadi kondensasi dan air jatuh ke lereng gunung bersama angin.

Anda bisa membedakannya dengan hujan biasa (walaupun itu terjadi di gunung) yang terjadi karena penguapan air laut dan bukan dari uap udara di sekitar gunung itu sendiri.

Sebenarnya tidak harus benar-benar hujan. Dalam kajian geografi, terjadinya Hujan Orografi mengacu pada suatu kondisi cuaca, yang dipicu oleh gerakan ke naiknya massa udara ke atas dan berkontak dengan gunung atau dataran tinggi.

Hujan ini sangat berperan penting bagi daerah dataran tinggi karena ikut menentukan cuaca di daerah tersebut. Bukan semata-mata menentukan cuaca lembab, namun juga berperan menentukan angin kering dan hangat.

Begini, ketika udara bergerak ke atas dan memicu kelembapan di sebuah sisi gunung (biasanya lereng), sementara itu bagian yang ditinggalkan udara tersebut akan mengalami suhu hangat dan udara kering. Artinya Hujan Orografi memberi efek dua cuaca dalam satu waktu di tempat yang berbeda.

Proses Terjadinya Hujan Orografis

Hujan Orografi yang terjadi di dataran tinggi seperti gunung dan bukit dapat dijelaskan proses terjadinya, sebagai berikut:

1. Mula-mula terdapat Angin Fohn di sekitar wilayah gunung tersebut, biasanya di bagian bawah. Angin Fohn-lah yang menyebabkan udara mengandung uap air bergerak ke atas pegunungan.

2. Semakin tinggi udara mengandung uap air yang dibawa oleh Angin Fohn tersebut akan semakin membuatnya mengembun. Hal itu disebabkan karena udara yang sudah ada di atas bersuhu rendah, maka ketika ada uap air lain yang melintas di sana akan semakin memperkaya kadar uap air. Hal itu nantinya akan mengalami kondensasi.

3. Pengembunan atau kondensasi ini akan membentuk sebuah awan hitam selayaknya proses hujan karena penguapan air laut. Awan hitam yang mengandung uap air tinggi tersebut yang kemudian memunculkan titik – titik air.

4. Seteleh mengalami penimbunan, titik- titik air yang berada di awan tidak akan lagi terbendung dan akhirnya jatuh.

5. Titik- titik air yang jatuh tersebutlah yang disebut sebagai air hujan. Hujan yang terjadi karena awan yang dihasilkan uap air di daerah pegunungan inilah yang disebut dengan hujan orografi.

Keuntungan dari Hujan Orografis

Terjadinya hujan, tidak peduli apa pun jenisnya, selalu memberi dampak pada daratan di bawahnya. Baik itu adalah dampak baik atau pun dampak buruk. Berikut ini adalah dampak Hujan Orografi.

1. Tentu saja Hujan Orografi dapat memberikan atau menambah persediaan air bersih bagi penduduk gunung, yang meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan.

2. Hujan juga dapat menjaga kualitas tanah agar tetap liat dan ideal untuk tumbuh tumbuhan. Disamping itu air yang ada akan membantu proses pembusukan bahan-bahan hasil hutan seperti daun dan kayu.

3. Faktanya bahwa hujan, termasuk Hujan Orografi, dapat secara efektif mengurangi tingkat polusi udara, terutama asap karena pembakaran.

dampak hujan orografis
Dampak Negatif Hujan Orografi

Namun, Hujan Orografi juga dapat menimbulkan beberapa hal yang merugikan, seperti hal-hal berikut.

1. Merusak atau bahkan mematikan jenis tanaman tertentu, terutama tanaman yang tidak cocok dengan kondisi basah.

2. Mengganggu kestabilan ekosistem hewan karena makanan yang berkurang akibat alasan pertama.

3. Hewan juga akan mendapat gangguan karena menghadapi suhu yang berbeda, terutama hewan yang jangkauan jelajahnya jauh

4. Menyebabkan banjir lokal dan semua masalah turunannya seperti longsor atau pun abrasi sungai. Hujan ini juga biasa tertandai dengan keruhnya air sungai di bagian lereng karena terdapat hujan di puncak.

Nah, itu tadi adalah ulasan mengenai Hujan Orografis. Untuk kamu yang selama ini masih menyangkan bahwa hujan selalu terjadi karena penguapan air laut, perlu dibenahi tuh. Namun, penguapan air laut memang dapat mempengaruhi kandungan uap air dalam udara yang mungkin juga dapat bergerak hingga ke daerah pegunungan.

Comments are closed.