Leukopenia Kondisi Adalah Rendahnya Sel Darah Putih

Leukopenia Kondisi Adalah Rendahnya Sel Darah Putih

Leukopenia Adalah Kondisi Rendahnya Sel Darah Putih

Leukopenia Adalah – Tahukah Anda bahwa ternyata leukopenia adalah berasal dari kata leukosit (sel darah putih) dan penia (dari bahasa yunani, yang artinya kemiskinan). Jadi leukopenia adalah rendahnya sel darah putih atau leukosit di dalam tubuh kita.

Normalnya, jumlah sel darah putih adalah 5.000 – 10.000 sel darah putih per milimeter kubik (mm3) darah. Seseorang dikatakan menderita leukopenia apabila jumlah sel darah putihnya kurang dari 4000 per mm3 darah.

Kita bisa mengetahui jumlah sel darah putih melalui pemeriksaan darah lengkap (CBC=Complete Blood Count). Jika leukopenia berarti kekurangan darah putih, kebalikannya adalah luekositosis (kelebihan darah putih).

Darah sendiri terdiri dari trombosit, plasma darah, sel darah merah, dan sel darah putih, dimana masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri. Sel darah putih sendiri bekerja sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh kita. Sel darah putih memiliki fungsi utama sebagai sistem pertahanan tubuh.

Sel darah putih akan melindungi tubuh melawan benda atau organisme asing yang masuk ke dalam tubuh dengan cara menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi. Sehingga ketika tubuh kekurangan sel darah putih, kekuatan untuk melawan penyakit akan menurun sehingga lebih rentan terkena penyakit.

Waspada, Inilah 9 Penyebab Leukopenia

penyebab leukopenia

Leukopenia biasanya baru terdeteksi ketika seorang pasien periksa ke dokter karena suatu penyakit. Penyakit tersebut biasanya merupakan gejala dari leukopenia. Setelah melakukan pemeriksaan darah lengkap dan memastikan jumlah sel darah putih, barulah dokter akan memeriksa penyebab penurunan jumlah sel darah putih tersebut.

Jumlah sel darah putih yang rendah atau leukopenia disebabkan oleh beberapa sebab berikut ini:

1. Infeksi virus seperti HIV/AIDS, influenza, TBC, atau malaria. Infeksi virus tersebut akan menurunkan kemampuan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah putih

2. Kelainan bawaan seperti myelokathexis atau sindrom kostmann yang menyebabkan penurunan fungsi sumsum tulang

3. Kanker sumsum tulang atau penyakit lain yang merusak sumsum tulang

4. Gangguan autoimun seperti HIV dan SLE (penyakit lupus), gangguan tersebut akan menghancurkan sle darah putih atau sel sumsum tulang

5. Pengaruh obat-obat tertentu, seperti obat yang dipakai pada kemoterapi, antibiotik, obat diuretik

6. Kekurangan vitamin B12, vitamin B9 (folat) dan mineral seperti zinc dan tembaga

7. Radiasi sinar X, sinar gamma, serta penggunaan obat-obatan yang berlebihan

8. Penyebaran kanker ke organ lain, termasuk ke sumsum tulang

9. Penyakit yang berhubungan dengan sel darah atau sumsum tulang, seperti hipersplenisme (limpa yang terlalu aktif) dan splenomegali (pembesaran limpa)

Gejala-Gejala Leukopenia

gejala leukopenia

Sel darah putih rendah seringkali tanpa menunjukkan gejala apapun pada awal penyakit (leukopenia ringan). Gejala baru muncul ketika mencapai leukopeni berat sehingga tubuh menjadi mudah terkena infeksi dan mempengaruhi kerja organ tubuh. Umumnya, gejala leukopenia meliputi :

•Demam tinggi hingga 38° C

•Periode menstruasi terlalu panjang

•Badan panas dingin

•Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya

•Cepat lelah, sakit kepala, mengantuk, keseimbangan emosi terganggu

•Pendarahan gusi, memar tanpa diketahui penyebabnya

•Mual dan muntah yang parah

•Diare terus menerus dan disertai darah

•Muncul ruam pada kulit

•Sesak napas dan rasa terbakar saat buang air kecil

Cara Pengobatan Leukopenia

Cara terbaik mengatasi leukopenia adalah mengatasi penyebabnya. Sehingga pengobatan leukopenia juga disesuaikan dengan penyebab penyakit ini timbul. Secara umum pengobatan leukopenia adalah dengan pemberian obat dan vitamin agar menghasilkan sel darah putih yang baru serta pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah-buahan dan olahraga.

Nah, demikian ulasan mengenai leukopenia. Jika anda mengalami gejala-gejala diatas, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kondisi anda. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat ya.

Comments are closed.