Catatan Sebelum Memberi Microlax untuk Bayi

Catatan Sebelum Memberi Microlax untuk Bayi

Microlax untuk bayi – Masalah pencernaan adalah masalah yang kerap dihadapi oleh manusia selain masalah kekebalan tubuh seperti flu dan batuk. Masalah pencernaan seperti susah buang air diakibatkan kurangnya konsumsi serat atau pun kurangnya cairan dari air mineral. Untungnya, bagi yang sudah terlanjur mengalaminya, berbagai solusi telah dikeluarkan oleh tenaga medis untuk masalah ini. Salah satu obat susah buang air besar adalah microlax.

Microlax sendiri sebenarnya merupakan pola penamaan branding dari merk obat pencahar. Branding yang memang kerap dilakukan masyarakat indonesia ini dikarena obat pencahar yang satu ini memiliki keunikan dalam hal penggunaan, yaitu dengan cara memasukan kemasan ke dalam dubur. Dengan kemasan yang telah didesign sedemikian rupa, memasukan kemasan microlax adalah untuk mengirim kandungan natrium laurit sulfoasetat, natrium sitrat, sorbitol, asam sorbat, dan air murni ke dalam dubur bertemu feses. Kandungan tersebut akan membuat feses yang tadinya keras akan menjadi lebih lembek dan mudah dikeluarkan.

Obat ini sangat ampuh digunakan bagi orang dewasa. Namun, apakah dapat juga digunakan microlax untuk bayi?

Agar mendapat dosis yang lebih meyakinkan, Anda dapat konsultasi kepada dokter spesialis anak. Namun, apabila Anda cukup yakin tanpa dokter, kandungan microlax untuk bayi sendiri berstatus aman.

Meskipun demikian, sebelum memberi microlax pada bayi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, misalnya apakah si bayi masih sepenuhnya mengonsumsi ASI eksklusif. Jika iya, maka tidak adanya produksi feses merupakan hal yang wajar. Hal tersebut dikarenakan ASI eksklusif merupakan bahan makanan yang sepenuhnya merupakan nutrisi ramah atau dapat diserap oleh organ pencernaan sehingga tidak ada sisa. Hal tersebut juga menunjukan bahwa organ pencernaan si bayi masih bekerja dengan sangat baik.

Tidak adanya feses pada bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif masih dianggap normal apabila rentang waktunya kurang dari dua minggu dan tidak dibarengi dengan demam, muntah-muntah, perut keras, rewel karena nyeri perut, sulit buang angin dan melakukan gerakan seperti mengangkat-angkat kaki atau menggeliat. Artinya pemberian microlax tidak diperlukan. Hal tersebut dikecualikan apabila si bayi suka menangis saat tiba waktu untuk buang air besar. Untuk itu Anda harus memahami kapan waktu-waktu si bayi buang air besar.

Nah, apabila bayi sudah tidak mengkonsumsi ASI eksklusif atau sudah diberi makanan tambahan seperti susu formula dan makanan lunak lainnya, maka tidak diproduksinya feses bisa jadi merupakan masalah pencernaan. Pada usia 6 bulan atau kurang, sebaiknya Anda tidak buru-buru memberi microlax dan lebih memilihlah untuk konsultasi ke dokter.

Agar menghindari penggunaan microlax untuk bayi, ada beberapa perlakuan pada bayi yang dapat Anda coba sehingga tidak muncul masalah seperti susah buang air besar. pertama, tentu saja berikan ASI eksklusif hingga umur ideal. Kedua, biasakan mengajak si bayi untuk aktif bergerak. Mandi menggunakan air hangat juga sangat penting dalam menjaga sistem pencernaan dalam tubuh si bayi karena pengkondisian suhu dari air tersebut. kemudian, seperti halnya orang dewasa, kebutuhan cairan pada bayi juga harus diperhatikan.

Sahabat, dunia medis kini semakin berkembang, bahkan untuk manusia usia dini atau bayi. Namun, alangkah lebih baiknya jika anak-anak kita tidak terburu-buru berurusan dengan obat. Untuk itu, pemberian ASI eksklusif adalah cara terbaik untuk menumbuhkan imunitas tubuh dan menjaga sistem pencernaannya, setidaknya hingga umur 6 bulan. Tetapi apabila hal yang tidak diinginkan sudah terjadi, tidak ada salahnya Anda datang langsung ke dokter spesialis anak. Intinya, sahabat, lakukan yang terbaik bagi kesehatan anak, ya!

 

Comments are closed.