Silsilah Pendiri Kerajaan Majapahit Ini Perlu Anda Ketahui

Silsilah Pendiri Kerajaan Majapahit Ini Perlu Anda Ketahui

Pendiri Kerajaan Majapahit – Majapahit merupakan kerajaan Hindu- Budha yang berdiri sekitar tahun 1293 sampai 1500 M yang berpusat di daerah Jawa Timur.

Kekuasaan kerajaan Majapahit terbentang dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya hingga Indonesia bagian Timur, kekuasaan Majapahit ini disebutkan dalam kitab Negarakertagama.

Dalam sejarah Indonesia, kerajaan Majapahit tercatat menjadi salah satu kerajaan Hindu Budha terbesar yang menguasai nusantara.Tahukah kamu asal mula berdirinya kerajaan Majapahit? Siapa pendiri kerajaan Majapahit? Simak asal usul dan silsilah pendiri kerajaan Majapahit dan terbentuknya kerajaan Majapahit berikut ini.

Silsilah Pendiri Kerajaan Majapahit Ini Perlu Anda Ketahui

 pendiri kerajaan majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan lanjutan dari kerajaan Singasari. Pendiri kerajaan Majapahit adalah raden Wijaya. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa pendiri kerajaan Majapahit adalah Dyah Wijaya.

Dyah merupakan gelar kebangsawanan yang populer pada masa itu dan diperkirakan menjadi cikal bakal munculnya gelar raden.

Dalam beberapa prasasti peninggalan kerajaan Majapahit yang ditemukan, terungkap silsilah Raden Wijaya. Di dalam prasasti Balawi, diketahui bahwa Raden Wijaya menyatakan dirinya merupakan anggota dari Wangsa Rajasa.

Berdasarkan kitab Negarakertagama, Raden Wijaya putra dari Dyah Lembu Tal Putra dari Narasinghamurti. Narasinghamurti menurut Pararaton adalah Mahisa Cempaka, putra dari Mahisa Wonga Teleng putra dari Ken Arok pendiri Wangsa Rajasa.

Dari prasasti Balawi, diketahui pula bahwa Raden Wijaya memperistri 4 putri dari Kertanegara, raja terakhir kerajaan Singasari. Keempat putri tersebut yaitu Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi dan Gayatri.

Asal Mula Kerajaan Majapahit

 pendiri kerajaan majapahit

Pada awalnya, raden Wijaya adalah menantu dari Kertanegara, Raja Kerajaan Singasari. Ketika kerajaan Singasari diserang oleh Jayakatwang, seorang adipati Kediri yang saat itu memberontak dan berhasil menggulingkan kekuasaan raja Kertanegara dan membunuhnya.

Sementara itu, salah satu menantu raja Kertanegara yaitu Raden Wijaya melarikan diri ke Madura meminta bantuan Arya Wiraraja. Bersama Arya Wiraraja, Raden Wjaya membuat taktik untuk merebut kembali tahta dari tangan Jayakatwang. Raden Wijaya pun membuat perjanjian dengan Wiraraja, jika dirinya berhasil maka daerah ia akan membagi daerah kekuasaannya menjadi 2, untuk dirinya dan Wiraraja.

Taktik pertama yang dilakukan yaitu Wiraraja menyampaikan berita bahwa Raden Wijaya menyerah kepada Jayakatwang. Jayakatwang yang telah kembali dan membangun kerajaan Kediri pun menerimanya. Kemudian Jayakatwang menyuruh utusannya untuk menjemput Raden Wijaya di pelabuhan Jungbiru.

Selanjutnya, Raden Wijaya meminta Hutan Tarik yang berada di sebelah timur Kediri untuk dibangun menjadi kawasan wisata perburuan dan mengaku ingin tinggal di sana. Jayakatwang mengabulkannya tanpa rasa curiga.

Kemudian Wiraraja mengirim orang – orangnya untuk membantu Raden Wijaya membangun pemukiman di hutan tersebut. Salah seorang dari mereka menemukan buah dan memakannya, namun buah tersebut terasa pahit.

Oleh karena itu, mereka menyebut pemukiman yang dibangun tersebut dengan nama Majapahit. Menurut Pararaton terciptanya nama Majapahit ini berkat buah maja.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit

Pada tahun 1293 pasukan Mongol utusan Kubilai Khan dikirim ke Jawa untuk menghukum Kertanegara karena Kertanegara telah melukai utusan Kubilai Khan tahun sebelumnya. Namun pada saat itu Kertanegara sudah terbunuh dalam pemberontakan Jayakatwang.

Raden Wijaya memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol ini untuk menyerang Jayakatwang. Raden Wijaya kemudian mengajak pasukan Mongol ini bekerjasama untuk merebut kembali kekuasaan Pulau Jawa dari tangan Jayakatwang dan setelah itu ia bersedia tunduk kepada bangsa Mongol.

Jayakatwang yang mendengar persekutuan Raden Wijaya kemudian menyuruh pasukannya untuk menyerang mereka. Namun ternyata pasukan Jayakatwang kalah, kemudian gabungan pasukan Mongol dan Majapahit menyerang kota Daha, ibukota Kediri dan akhirnya Jayakatwang menyerah dan ditawan oleh pasukan Mongol.

Setelah Jayakatwang mengalami kekalahan, Raden Wijaya kemudian meminta izin kembali ke Majapahit dengan alasan mempersiapkan penyerahan dirinya. Sampai di Majapahit, Raden Wijaya membunuh pasukan
Mongol yang mengawalnya dan terjadilah perang. Bala bantuan pasukan Mongol pun datang ke Majapahit, namun pasukan Raden Wijaya melawannya dengan perang gerilya.

Pasukan Mongol tidak mampu melawan perang gerilya di hutan – hutan karena biasa berperang di padang terbuka. Selain banyaknya korban yang berjatuhan dari pasukan Mongol, pasukan Mongol juga merasa bahwa tugas mereka untuk menghukum Raja Jawa telah selesai. Hal ini membuat pasukan Mongol menarik mundur pasukannya dan panglima pasukan pun memutuskan untuk kembali ke Cina.

Pada masa itulah terjadi kekosongan kekuasaan setelah pasukan Mongol meninggalkan Jawa dan Jayakatwang sebagai raja Kediri meninggal dunia. Kemudian Raden Wijaya mengisi kekosongan tersebut sebagai
Raja Majapahit yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana.

Raden Wijaya kemudian memberikan kesempatan untuk para pengikutnya menjadi pejabat – pejabat tinggi dalam pemerintahan.beberpa pengikut yang diangkat yaitu Wiraraja menjadi menteri Mahawirdikara,
Nambi menjadi Rakyan Mahapatih, Sora menjadi Rakyan Apatih di Daha, Ranggalawe menjadi adipati di Datam serta Komandan Pasukan Malayu menjadi Panglima Perang dengan gelar Kebo Anabrang.

Comments are closed.