Pengertian Bank Sentral dan Kontroversinya Dalam Kehidupan

Pengertian Bank Sentral dan Kontroversinya Dalam Kehidupan

Pengertian Bank Sentral – Kita tentu bisa merasa bingung apabila berpikir “kenapa harga roti dari tahun ke tahun bisa berubah, padahal uang yang digunakan tetaplah sama? Padahal juga, apabila kita menanam satu hektar gandum maka hasilnya juga masih sama seperti dulu dan produksi roti juga sama.”

Lalu kenapa bisa uang menjadi lebih berharga atau kadang-kadang justru sama sekali tidak berguna? Harus kita pahami bahwa di masing-masing negara yang menerapkan sistem ekonomi tertentu, memiliki sebuah pengaturan untuk itu.

 pengertian bank sentral indonesia
Pengertian Bank Sentral

Kebijakan moneter di suatu negara dipegang oleh bank sentral, di Indonesia instasi yang menangani ini adalah Bank Indonesia.

Secara sederhana, bank sentral dapat dipahami sebagai sebuah institusi yang bertanggung jawab untuk mengatur stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara yang ada. Bank sentral melakukan instrumen agar uang tetap berharga.

Pengertian bank sentral akan berpengaruh pada beberapa hal, di antaranya adalah inflasi atau turunnya nilai mata uang dibandingkan barang-barang. Bank sentral melakukan upaya-upaya agar inflasi itu tidak terjadi.

Cara yang paling umum dilakukan adalah mengontrol peredaran uang yang ada di masyarakat. Apabila uang yang beredar dalam masyarakat terlalu banyak, maka pengertian bank sentral memiliki kewenangan untuk menarik sebagian uang yang telah beredar supaya nilainya menjadi lebih tinggi.

Sejarah Bank Sentral

Pada zaman dahulu, uang memiliki nilai instrinsik yang sama dengan material pembuatnya. Artinya, pada uang logam seribu perak, perak yang digunakan untuk membuat uang tersebut memang berharga seribu.

Hal tersebut berbeda dengan uang yang digunakan pada masa sekarang. Material yang digunakan untuk membuat uang seribu dan seratus ribu tetaplah sama, hanya masyarakat saja yang digiring untuk menganggapnya berbeda.

Dengan kata lain, apabila uang hari ini luntur angka dan tanda-tandanya, maka tidak akan ada harganya. Sementara apabila uang zaman dahulu terlindas sampai gepeng dan hilang pengenalnya, tetap akan berharaga karena bahannya pun memang berharga.

Ketika masa pengenalan uang tanpa harga instrinsik bahan, masyarakat menyimpan emas, perak, dsb. di bank dan akan dijanjikan mendapat uang kertas yang lebih semakin lama akan semakin berharga ketimbang emas.

Namun, pada kenyataannya uang yang ditukarkan justru menjadi kalah berharga ketimbang emas dan masyarakat mendapat emas yang lebih sedikit ketimbang yang mereka pernah simpan di bank. Nah, ketika itulah pengertian bank sentral mulai muncul.

 pengertian bank sentral

Pro Kontra Bank Sentral

Pengertian bank sentral sebagai sebuah institusi yang mengatus nilai mata uang sudah dapat dipahami masyarakat, tetapi keharusan keberadaannya yang sampai sekarang dipandang perlu dan tidak perlu.

Bagi negara dengan potensi bahan pembuat uang (emas, perak, dsb), keberadaan bank sentral sejujurnya merugikan. Bank sentral meneruskan “pembutaan” masyarakat pada uang yang tidak berharga.

Ketika inflasi parah tiba dan uang kertas sebar di jalan, pengertian bank sentral tidak akan ada lagi. Uang kertas yang tidak berharga tidak akan ada yang mengambil di jalan. Namun, apabila uang tersebut masih dibuat dari emas, maka inflasi tidak akan terjadi. Emas tetap emas yang lebih berharga ketimbang ketimun, sementara kertas bisa lebih murah ketimbang ketimun.

Bagi Indonesia yang memiliki banyak emas di bawah tanah, seharusnya bisa menjadi negara adidaya karena bisa memproduksi uang lebih banyak seperti Amerika yang bisa memproduksi dollar dan diperjualbelikan ke negara lain.

Oleh karena itu, banyak yang percaya bahwa bank sentral merupakan jaringan elit sebagai pelanggeng kapitalisasi ekonomi secara global. Masyarakat dipaksa untuk memahami selembar kertas sebagai benda yang sangat berharga seperti dahulu menganggap kepingan uang emas.

Comments are closed.