Pengertian Chauvinisme dan Contohnya Dalam Sejarah Dunia

Pengertian Chauvinisme dan Contohnya Dalam Sejarah Dunia

Pengertian Chauvinisme – Paham Chauvisnisme awalnya sangat familiar di Eropa. Pada Masa Peperangan di Eropa. Seorang kolonel prajurit Napoleon Bonaparte.

Nocolas Chauvin dikenal sangat setia dan memuja Napoleon Bonaparte. Dengan kesalahan apapun, kolonel ini tetap setia dengan kaisarnya dan menganggap Napoleon adalah segala-galanya.

chauvinisme
Pengertian Chauvinisme

Pengertian chauvinisme adalah paham yang meletakkan sesuatu melebihi segalanya. Pengertian utamanya adalah sikap fanatik terhadap sesuatu. Sikap ini bisa terlihat dalam beberapa hal. Semisal dalam berpendapat, beradu debat, berargumen di muka umum. Cenderung menjelek-jelekkan paham lain. Serta menganggap apa yang mereka ajukan adalah yang terbaik.

Sikap chauvinisme biasa diawali dari hal yang paling mendasar. Yakni sikap fanatisme yang terkecil. Sikap ini terbentuk karena jarang bergaul dengan orang-orang dari suku, etnis, daerah atau negara yang berbeda. Pandangan chauvinis juga bisa terbentuk dari doktrin atau dogma agama, budaya.

Sikap awalnya yang dibentuk dari doktrin tertutup ini. Kemudian semakin membesar ketika bertemu dengan lingkungan yang eklusif. Lingkungan eklusif biasanya terjadi dalam komunitas-komunitas tertentu.

Membaca doktrin-doktrin tertentu. Serta mengulang-ngulang pemahaman menjadi sebuah nilai. Lalu menganggap ajaran atau dogma itu adalah yang terbaik dan menganggap yang lain tidak baik.

Apa perbedaanya primordialisme, etnosentrisme dan chauvinisme?

contoh chauvinisme

Anda perlu memahami adanya perbedaan antara primordialisme, etnossentrisme dan chauvinisme. Secara struktur, primordial dan etnosentris adalah struktur terkecil pembentuk sikap chauvinisme. Hal ini karena sikap primordialisme bisa terbentuk dari lingkungan yang terkecil seperti keluarga.

Primordialisme sendiri adalah sikap merasa lebih baik dan lebih terhormat dibandingkan yang lain. Semisal anda adalah keturunan ningrat yang dianggap terbaik berdarah biru. Merendahkan masyarakat biasa lalu menganggap mereka tak ada bedanya dengan buruh dan budak.

Atau ketika anda dibesarkan pada keluarga besar yang makmur. Ayah dan ibu bekerja di pegawai negeri sipil yang terjamin. Lalu menganggap para pengemis dan tukang asongan sebagai pekerjaan yang buruk. Anda menganggap PNS adalah segalanya. Sikap ini dibentuk dari lingkungan keluarga terkecil dan menjadikan anda orang dengan paham primordial.

Sementara etnosentrisme sendiri melebar ke ruang yang lebih luas. Etnosentrisme berbicara mengenai etnis dan kesukuan. Dalam artian begini, sikap etnosentrisme ditunjukkan dengan sikap merasa menjadi suku paling baik dan tinggi. Biasanya karena ada doktrin atau ada peristiwa yang melatarbelakangi.

Semisal karena presiden dan wakil presiden Indonesia pertama adalah orang Jawa dan orang minang. Maka orang-orang suku Jawa dan Minang merasa paling baik dan unggul. Sikap ini tidak baik dan disebut etnosentrisme.

Contoh-contoh Chauvinisme dalam sejarah.

Seperti sudah dijelaskan di atas. Chauvinisme adalah sikap meletakkan sesuatu sebagai hal yang terbaik dan melebihi segalanya. Contoh-contoh sikap chauvinisme terbesar dalam sejarah adalah Nazi Jerman yang dipimpin Hitler.

Hitler sangat fanatik dengan keunggulan ras Jerman. Sehingga menyebut bahwa ras keturunan Jerman adalah ras unggulan terbaik di dunia sehingga harus menguasai Eropa dan memimpin. Itulah mengapa kemudian Hitler melakukan agresi ke beberapa negara Eropa untuk membangun kembali kekasairan Jerman. Serta yang paling kejam adalah melakukan genosida terhadap etnis Yahudi.

Selain Nazi Jerman. Chauvinisme yang paling terkenal adalah soal white supremacy. Yakni pandangan bahwa orang-orang kulit putih adalah ras yang terbaik yang pernah Tuhan turunkan di muka bumi. Pada kasus di Amerika, komunitas penganut chauvinisme White supremacy Ku Klux Klan ini bahkan sampai meneror warga warga kulit berwarna atau kulit hitam. Sekedar ingin menunjukkan bahwa mereka adalah penguasa.

Comments are closed.