Pengertian Kolonialisme, Imperialisme, dan Macam-Macamnya

Pengertian Kolonialisme, Imperialisme, dan Macam-Macamnya

Pengertian Kolonialisme – Pernahkan kalian mendengar istilah kolonialisme dan imperialisme? Mungkin kita pernah mendengar istilah ini, tapi terkadang masih bingung dengan perbedaan keduanya. Nah, kali ini kita akan bahas mengenai pengertian kolonialisme dan imperialisme, persamaan, perbedaan, serta contoh-contohnya. Yuk ikuti ulasannya sampai selesai.

Pengertian Kolonialisme Untuk Anda Ketahui

apa itu kolonialisme

Pengertian kolonialisme bisa dilihat dari sisi bahasa (etimologi) dan istilah. Secara bahasa, kolonialisme berasal dari kata “colonus” yang berarti petani. Istilah ini mengacu pada petani di zaman yunani yang pindah ke wilayah lain yang lebih subur. Di daerah yang baru mereka bercocok tanam untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Setelah berhasil, merekapun mengajak keluarga lainnya untuk tinggal di wilayah koloni tersebut. Para colonus yang mengembara tadi tidak melupakan dan masih berhubungan negara asalnya (negara induk), sementara wilayah baru tersebut mereka anggap sebagai daerah koloni atau jajahan.

Nah kalau secara istilah, kolonialisme berarti pengembangan kekuasaan suatu negara atas bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara tersebut. Dengan kolonialisme ini, tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan dominasi ekonomi, sumber daya, tenaga kerja, maupun pangsa pasar wilayah tersebut.

Kolonialisme biasanya dilakukan oleh negara-negara yang memiliki militer yang kuat. Sementara wilayah koloni umumnya kaya akan sumber daya alam yang diperlukan negara yang melakukan kolonialisme atau negara induk. Contoh kolonialisme yang terjadi di masa lalu ketika negara-negara Eropa seperti Portugis, Belanda, Inggris, Spanyol menguasai negara lainnya, termasuk Indonesia.

Macam-Macam Kolonialisme

Dilihat dari bentuknya, terdapat beberapa jenis kolonialisme, diantaranya

1.Koloni penduduk atau koloni domisili

Penduduk suatu negara menduduki wilayah koloni dan membuat penduduk asli (pribumi) terdesak. Asimilasi atau percampuran penduduk asli dan pendatang terkadang dapat terwujud, namun tetap saja dominasi pendatang membuat kepentingan penduduk asli terabaikan. Contoh, terdesaknya suku Aborigin, Indian akibat tergeser pendatang.

2.Koloni libensraum atau kelebihan penduduk

Kolonialisme yang disebabkan terjadi ledakan penduduk di suatu negara, hingga memaksa penduduk negara itu mencari tempat hidup di wilayah baru (wilayah koloni).

Negara akan mengirim warganya untuk tinggal di wilayah koloni sebagai solusi mengatasi kelebihan jumlah penduduk. Contohnya, kepadatan penduduk italia pada awal abad 20 memaksa warganya untuk membentuk negara koloni di Afrika Utara

3.Koloni deportasi

Suatu negara berusaha menguasai tanah jajahan yang digunakan untuk menampung narapidana. Koloni deportasi ditandai dengan tahanan politik atau narapidana yang ditempatkan di wilayah koloni.

Hal ini karena pemerintah berkeberatan untuk menjamin kehidupan para narapidana tersebut. Contoh, wilayah koloni yang ada di kepulauan pasific digunakan untuk tempat pembuangan narapidana Perancis.

4.Koloni eksploitasi

Koloni eksploitasi ditandai dengan suatu negara yang berusaha menguasai negara lain untuk mengeksploitasi sumber daya alam negara koloni tersebut. Eksploitasi tersebut digunakan untuk kesejahteraan negara induk. Contohnya adalah kolonialisme yang dilakukan Belanda pada Indonesia selama 350 tahun.

5.Koloni sekunder atau defensi

Koloni ini tidak memberikan keuntungan secara langsung kepada negara induk, tetapi bertujuan untuk kepentingan strategis di sekitar wilayah koloni tersebut. Contohnya adalah pangkalan militer di pulau-pulau kecil yang dibangun oleh Amerika Serikat, bertujuan untuk memperkuat kepentingan Amerika.

Pengertian Imperialisme

Secara bahasa, imperialisme berasal dari kata “imperera” (latin) atau “impera” (belanda) yang artinya menguasai atau memerintah. Secara istilah, imperialisme adalah usaha memperluas kekuasaan suatu negara dengan cara menguasai negara lain. Jadi imperialisme merupakan bentuk penjajahan langsung suatu negara kepada negara lain.

Penjajahan dilakukan dengan membentuk pemerintahan di negara jajahan dan berusaha menanamkan pengaruh di semua bidang kehidupan di negara jajahan tersebut.

Macam-Macam Imperialisme

macam macam kolonialisme

Sebagaimana kolonialisme, imperialisme juga memiliki beberapa jenis. Dilihat dari waktu munculnya, inperialisme terbagi menjadi 2 jenis yaitu

1.Imperialisme kuno (ancient imperialism)

Imperialisme kuno muncul pada abad ke 15 dengan semboyannya yang sangat terkenal, yaitu Gold (mengumpulkan emas atau kekayaan), Glory (mendapatkan kejayaan, prestise), serta Gospel (penyebaran agama).

Imperialisme yang berlangsung sebelum revolusi industri ini dipelopori oleh Portugis dan Spanyol dengan cara mengadakan perjalanan samudera ke Timur Jauh (termasuk Indonesia) untuk mendapatkan rempah-rempah.

2.Imperialisme modern (modern imperialism)

Imperialisme modern muncul setelah terjadinya revolusi industri di Inggris. Revolusi Industri memicu tumbuhnya industri secara besar-besaran. Hal ini memerlukan bahan mentah yang banyak dan pangsa pasar yang luas. Maka muncullah ide mencari daerah jajahan yang bisa menyediakan bahan mentah sekaligus mau membeli hasil-hasil industri mereka.

Imperialisme modern ini dipelopori oleh negara-negara besar seperti Inggris, Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Tujuan utama dari imperialisme modern dapat dirangkum dalam 4 hal berikut ini

•Mendapat bahan baku industri yang murah

•Memasarkan barang-barang hasil industri di negara jajahan

•Menanamkan modal di negara jajahan

•Menjadikan negara jajahan sebagai basis untuk meluaskan jajahan

Jenis Jenis imperialisme

Sedangkan dilihat dari tujuan yang hendak diraih, imperialisme dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya

1.Imperialisme politik

Imerialisme politik berarti negara imperialis berusaha menguasai seluruh bidang kehidupan di negara lain. Negara yang dikuasai merupakan negara jajahan dalam arti sebenarnya. Imperialisme politik terjadi di masa lalu ketika semangat nasionalisme di suatu wilayah belum terlalu kuat.

2.Imperialisme ekonomi

Imperialisme politik pada jaman modern ini sudah tidak ditemui lagi. Maka negara-negara adidaya cenderung beralih ke imperialisme ekonomi. Dengan melakukan imperialisme ekonomi, negara imperialis mampu menguasai perekonomian negara lainnya seperti industri, sumber daya alam, modal, dan lain-lain.

3.Imperialisme budaya

Imperialisme budaya merupakan usaha negara imperialis untuk menguasai jiwa, mentalitas, mindset atau “software” negara lain. Imperialisme ini sangat berbahaya karena masuk dengan sangat halus dan tanpa sadar. Bangsa yang dijajah budayanya, akan sangat sulit untuk membebaskan diri kembali.

Kebudayaan negara imperialis akan ditiru dan melekat pada bangsa lain, sehingga bangsa tersebut kehilangan jatidiri dan akhirnya menjadi lemah.

4.Imperialisme militer

Merupakan usaha negara imperialis untuk menguasai wilayah strategis bangsa lain, dengan menggunakan kekuatan militernya. Tidak perlu menguasai seluruh negara, cukup menguasai wilayah-wilayah strategis saja sudah bisa menjamin kepentingan ekonomi dan militer dari ancaman negara imperialis lainnya.

Perbedaan antara kolonialisme dan imperialisme memang sangat tipis, makanya wajar kalau masih banyak diantara kita yang menganggap dua hal ini sama. Kalau kolonialisme lebih diartikan pada proses penguasaan suatu wilayah, sementara imperialisme lebih pada praktek penjajahannya.

Walau secara pengertian berbeda, tapi antara kolonialisme dan imperialisme sama-sama bertujuan untuk menjajah bangsa lain untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Di sisi lain, negara yang terjajah semakin menderita.

Demikian tadi uraian mengenai pengertian kolonialisme dan imperialisme beserta jenis-jenisnya. Nah, sekarang kalian sudah paham kan apa itu kolonialisme dan imperialisme. Sekarang yang terpenting adalah gimana mempertahankan bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang kuat dan mandiri sehingga tidak dapat dimasuki kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk apa saja.

Caranya bisa dimulai dengan menumbuhkan rasa bangga dan cinta kepada bangsa, sehingga jiwa nasionalisme menjadi kuat dan bangsa Indonesia tidak akan goyah oleh gangguan dan ancaman apapun. Jadi, tetap cintai negara kita ya!!

Comments are closed.