Waspada, Gejala Penyakit Ebola Mirip Gejala Flu Burung

Waspada, Gejala Penyakit Ebola Mirip Gejala Flu Burung

Penyakit Ebola – Bagi orang indonesia, penyakit ebola tidak begitu familiar. Dibandingkan dengan penyakit flu burung dan penyakit cacar air. Karena wabah yang begitu dikenal luas di Indonesia adalah wabah flu burung dan wabah cacar air.

Wabah flu burung yang pernah menghebohkan dunia ini. Sempat membuat perekonomian peternak dan pengepul ayam bangkrut. Flu burung sendiri merupakan wabah yang dari awalnya hanya berpindah dari hewan ke hewan.

Karena sifat virus yang bermutasi dari satu induk ke induk lainnya. Kemudian secara tiba-tiba, virus yang awalnya bergerak dari hewan ke hewan ini.

Kemudian secara mengejutkan berpindah dari hewan ke manusia. Puluhan tahun kemudian virus yang dari hewan ke manusia ini. Secara cepat berubah menjadi virus yang mampu menembus dari manusia ke manusia.

penyakit ebola
Perubahan Virus Flu Burung Tergolong Cepat

Perubahan virus flu burung ini tergolong cepat hanya dalam hitungan tahun. Perlu anda ketahui, sebuah virus biasanya membutuhkan waktu lama dari pergerakan perpindahan hewan ke hewan menuju hewan ke manusia. Hingga manusia ke manusia. Perpindahan yang cepat ini biasanya dipicu karena interaksi manusia dengan hewan yang semakin sering. Interaksi manusia dengan daging hewan dan kotoran hewan.

Wabah flu burung ini menghebohkan benua Asia. Dari daratan China, Jepang, Korea hingga Asia Tenggara. Menyebabkan banyak orang dikarantina, tidak boleh disentuh. Karena persebaran flu burung bisa melalui udara. Bahkan di beberapa bandara utama di Indonesia dipasang detektor pendeteksi panas. Untuk menahan perpindahan penderita flu burung. Sehingga kekhawatiran adanya pandemi wabah bisa dicegah. Virus flu burung berhasil diredam setelah ditemukannnya antivaksinnya. Salah satu antivaksinnya adalah tamiflu.

Awalnya virus ebola merupakan virus hewan bernama monyet

penyakit ebola

Nah, jika virus flu burung pernah menghebohkan benua Asia. Di ujung selatan sana, di Benua Afrika. Jauh sebelum virus flu burung menghebohkan dunia. Terdapat virus ebola yang sempat menewaskan jutaan orang di Afrika. Virus ini sejenis dengan virus flu burung dalam pola penyebarannya.

Awalnya virus ebola merupakan virus hewan bernama monyet. Monyet-monyet di Afrika adalah pembawa virus ebola. Antar hewan primata ini virus ebola menyebar dan menjadikan penyakit di antara mereka. Karena seringnya interaksi antara manusia di Afrika dengan hewan benama monyet.

Interaksi ini berupa kebiasaan berburu monyet untuk dijadikan daging dan hewan peliharaan. Karena kebiasan interaksi ini, daging-daging monyet penderita ebola menular ke manusia. Selain interaksi makan-memakan daging. Monyet-monyet peliharaan juga seringkali menggigit pawangnya. Banyak penduduk Afrika tidak terlalu mengindahkan persebaran air liur monyet ke manusia. Sehingga persebaran Ebola mencapai taraf paling mengerikan dalma sejarah Afrika.

Ebola sempat dijadikan wabah global. Karena persebarannya di Afrika nyaris merenggut jutaan manusia. Esok terdiagnosa ebola, maka keesokan harinya bisa jadi meninggal

Waspada, Gejala Penyakit Ebola Mirip Gejala Flu Burung

Gejala virus ebola mirip flu burung, tadi tidak semua gejalanya mirip. Gejala-gejala seperti panas, pusing, muntah darah hingga badan kurus kering. Untuk menanggulangi Ebola, pemerintah negara-negara Afrika meminta bantuan WHO dan negara-negara maju. Dokter-dokter terbaik, peralatan medis dan obat-obatan didatangkan ke Eropa.

Penanganan Ebola awalnya sangat sulit. Karena dokter dan perawat yang terkena muntahan darah, tertusuk jarum dari ceceran darah ebola, atau terkena air liur penderita ebola. Kemudian juga terkena wabah ebola. Akhirnya, para penderita ebola harus dimasukkan ke ruang isolasi. Para dokter dan perawat yang akan mengobati harus menggunakan pakaian isolasi persis seperti pakaian astronot.

Selain susahnya menangani penderita ebola, penyebaran ebola kala itu juga susah dikontrol karena kebiasaan masyarakat Afrika memakan-makanan dari hewan-hewan liar. Virus ebola akhirnya bisa dihentikan setelah ditemukkannya antivaksin.

Comments are closed.