Belajar Sejarah, Dampak Perjanjian Tordesillas Untuk Indonesia

Belajar Sejarah, Dampak Perjanjian Tordesillas Untuk Indonesia

Perjanjian Tordesillas – Tepat pada tanggal 17 Juni 1494, bangsa potugis dengan spanyol mengadakan sebuah perjanjian tordesillas. Perjanjuan ini merupakan perjanjian yang sengaja dibuat dengan maksud untuk mengatasi konflik yang sedang terjadi antara kedua belah negara.

Di dalam perjanjian diatur dengan jelas mengenai kekuasaan dengan membuat garis pemisah antara kedua negara.

Mengenang Sejarah Kehadiran Perjanjian Tordesillas Untuk Mengatasi Konflik

Dalam bahasa portugis perjanjuin dikenal dengan sebutan tratado de tordeslhas. Sebuah perjanjian yang mana di dalamnya telah dibuat sebuah garis demargasi yang itu tujuannya untuk mengetahui batasan kekuasaan dari spayol dan portugis.

Kedua belah pihak begitu memperhatikan apa yang terdapat dalam perjanjian. Walaupun tidak begitu mengenal letak geografis dunia pada waktu itu yang terbilang baru.

Perlu anda ketahui, bahwa perjanjian tordesillas sendiri ditandatangani oleh raja pada waktu itu. Di mana Raja potugis kemudian mengadakan sebuah perundingan dengan spanyol.

perjanjian tordesillas

Hasil dari negosiasi itulah yang disebut dengan perjanjian tordesillas, yang mana portugis meminta untuk dibuat sebuah garis agar lebih jelas dari segi pembatasan negara. Kenyataan itulah yang membawa potugis bisa mendapatkan haknya berupa wilayah di Amerika Selatan.

Isi dari perjanjian tersebut isinya terkait dengan pembagian dari wilayah antara kedua belah negara. Dengan dibuatnya perjanjian itu, maka spanyol kemudian melakukan pelayaran menuju arah barat yakni menuju ke arah Cape Verde.

Wilayah yang dimaksud terdiri dari daerah yang terdapat di Benua Amerika. Hingga kemudian bangsa spayol bisa mencapai Filipina.

Sedangkan portugis, usai dilakukan kesepakatan dalam perjanjian tordesillas. Mereka lalu berlayar menuju ke timur. Kedua negara memang sedang gencar-gencarnya mencari rempah-rempah dengan melakukan pelayaran.

Hingga akhirnya bangsa portugis bisa menjamah salah satu pulau yang ada di indonesia yakni Maluku sekitar tahun 1521.

perjanjian tordesillas

Belajar Sejarah, Dampak Perjanjian Tordesillas Untuk Indonesia

Tidak banyak orang yang tahu mengenai perjanjian ini. Apalagi dampak dari perjanjian tordesillas terhadap bangsa Indonesia. Padahal perjanjian ini memiliki dampak yang begitu besar terhadap bangsa Indonesia.

Salah satu yang paling berpengaruh ialah dengan hadirnya Bangsa Potugis yang bisa sampai ke dataran Maluku. Tujuannya tidak lain agar bisa menguasai seluruh rempah-rempah yang ada di Maluku.

Portugis sendiri bisa sampai ke Maluku setelah dilakukan perjanjian itu. Sekitar 1521 Portugis akhirnya bisa memasuki wilayah Ternate. Tidak hanya itu saja, pelayaran lainnya spayol juga bisa mencapai sisi Maluku yang berbeda yakni di bagian Tidore.

Kedua belah negara tadi akhirnya berseteru di tempat yang sama yakni di Pulau Maluku. Letaknya yang begitu strategi untuk perdagangan membuat kedua negara memperebutkannya.

Maklum saja, usai perjanjian tordesillas Maluku seperti menjadi sebuah perebutan. Tidak hanya sebagai sebuah tempat starategi dalam hal perdagangan.

Maluku adalah tempat yang mampu menghasilkan rempah-rempah paling besar, itulah yang membuat Maluku dijuluki sebagai The Spicy Island. Hampir seluruh pedagang rempah-rempah menjadikan Maluku sebagai tujuan utamanya.

Perseteruan antara Spayol dan potugis malah terjadi di wilayah Maluku. Usai keduanya datang dan singgah di Maluku dengan wilayah yang berbeda.

Saling klaim dan berebut kekuasaan untuk tanah Maluku. Konflik yang terjadi inilah yang kemudian menimbulkan perselisihan yang berujung peperangan antar keduanya.

Namun, pada akhirnya Portugis setahun setelah keatangannya berhasil mengusir bangsa Spayol yang ada di Tidore dengan pimpinan Antonio de Brito.

Itulah dampak yang didapatkan oleh indonesia terkait dengan hadirnya perjanjian tordesillas. Sejak usainya perselisihan membuat portugis berkuasa di Maluku.

Comments are closed.