Vaksin HPV, Apa Manfaatnya dan Siapa Yang Harus Menerimanya?

Vaksin HPV, Apa Manfaatnya dan Siapa Yang Harus Menerimanya?

Vaksin HPV – Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang menyebabkan kanker serviks pada wanita dan kutil kelamin pada pria dan wanita. Berdasar data departemen kesehatan, kanker seviks merupakan kanker paling ganas nomor 2 setelah kanker payudara.

Berita baiknya, vaksin HPV mampu bekerja secara efektif untuk mencegah infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Waktu terbaik pemberian vaksin HPV adalah saat anak-anak atau remaja. Tapi orang dewasa juga bisa mendapat manfaat dari pemberian vaksin HPV ini.

Apa Itu HPV?

apa itu hpv

HPV merupakan salah satu jenis PMS (penyakit menular seksual ) yang menyebabkan penyakit kutil kelamin dan menularkan infeksi pada pria pada bagian penis dan menularwanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area vagina.

Infeksi ini menimbulkan pertumbuhan sel yang tidak normal pada mulut rahim (serviks) yang di kemudian hari bisa berkembang menjadi kanker serviks. Ada sekitar 40 jenis virus HPV dan diperkirakan lebih dari 6,2 juta orang terinveksi virus ini tiap tahunnya.

Sebenarnya tidak semua virus HPV menyebabkan penyakit kanker bagi penderitanya. Ada beberapa jenis virus HPV yang tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis virus HPV bisa mengakibatkan penyakit yang berbahaya. Misalnya saja HPV 16 dan HPV 18, 70% kanker serviks disebabkan kedua jenis virus HPV itu.

Penyakit yang ditimbulkan oleh virus HPV memang bisa diobati, tapi keberadaan virus HPV sendiri tidak bisa dihilangkan dari dalam tubuh. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana agar kita dan keluarga kita terlindungi dari penularan virus ini. Salah satunya adalah dengan pemberian vaksin HPV.

Apa Manfaat Vaksin HPV?

Vaksin HPV ini bisa mencegah sebagian besar kanker serviks jika diberikan sebelum seorang wanita terkena virus. Selain itu, vaksin ini juga bermanfaat untuk mencegah kanker vagina dan kanker vulva pada wanita, serta mencegah kutil kelamin dan kanker dubur yang bisa menyerang pria dan wanita.

Di Indonesia vaksin HPV yang tersedia berfungsi untuk melindungi dari 4 jenis virus yaitu virus HPV strain 6, 11, 16, dan 18. Virus HPV strain 6 dan 11 merupakan penyebab utama penyakit kutil kelamin. Vaksin ini diberikan dengan suntikan pada bagian lengan atas.

Siapa Yang Menerima Vaksin HPV dan Kapan Harus Diberikan?

dosis vaksin hpv

Vaksin HPV paling efektif diberikan kepada laki-laki dan perempuan pada usia 9 sampai 13 tahun. Usia ini ideal karena mereka belum melakukan kontak seksual dan belum berisiko terkena virus. Kalau vaksin diberikan pada seseorang yang sudah terinfeksi virus, vaksin menjadi tidak efektif, bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Selain itu, usia muda juga memiliki respon yang lebih baik terhadap vaksin dibanding usia yang lebih tua, sehingga akan menghasilkan daya tahan atau imun yang maksimal. Vaksin HPV biasanya diberikan kepada orang dengan usia maksimal 26 tahun. Bagi anda yang berusia lebih dari 26, konsultasikan dengan dokter apakah vaksin HPV akan menguntungkan anda.

Vaksin HPV ini diberikan 3 kali dalam jangka waktu 6 bulan. Vaksin kedua diberikan 1 sampai 2 bulan setelah vaksin pertama, lalu vaksin ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin akan bertahan lama dan mampu bekerja dengan baik setidaknya selama 10 tahun. Sampai saat ini masih belum ada keterangan yang jelas apakah harus dilakukan vaksin ulang setelah beberapa tahun.

Efek Samping Pemberian Vaksin HPV

Secara umum vaksin HPV aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Kalaupun ada, efeknya biasanya ringan. Efek samping paling umum diantaranya rasa sakit, bengkak, serta kemerahan di bagian tubuh yang disuntik.

Terkadang terjadi pingsan setelah mendapat suntikan vaksin. Untuk menghindari risiko pingsan, disarankan duduk selama 15 menit setelah disuntik. Selain itu, bisa juga efek samping berupa sakit kepala, mual, muntah, dan badan lemas.

Salah satu alasan yang membuat vaksin HPV menjadi kontroversi adalah sebagian orang merasa tidak pantas memberikan vaksin HPV pada anak-anak. Pemberian vaksin ini dikhawatirkan mendorong mereka untuk melakukan hubungan seks di usia muda. Tapi masalahnya vaksin bekerja paling baik pada usia anak-anak. Pemberian vaksin pada usia muda dilakukan untuk melindungi mereka dari kanker dan kutil kelamin ketika dewasa.

Siapa Yang Tidak Boleh Mendapat Vaksin HPV?

Vaksin HPV sangat tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau orang yang sakit parah. Vaksin ini juga tidak boleh diberikan jika seseorang memiliki alergi parah terhadap ragi atau lateks. Katakan pada Dokter kalau anda punya riwayat alergi parah, karena anda seharusnya tidak mendapatkan vaksin ini.

Pencegahan Apa Lagi Yang Harus Dilakukan Untuk Melindungi Dari Kanker Serviks

Virus HPV menyebar melalui kontak seksual, baik oral, vagina, atau dubur. Selain pemberian vaksin, ada beberapa cara untuk melindungi diri dari penularan virus HPV, diantaranya selalu menjaga kebersihan area intim serta tidak melakukan seks bebas. Selain itu jangan merokok, karena merokok juga meningkatkan risiko kanker serviks.

Jika anda wanita berusia 21 tahun atau lebih, lakukan pap test rutin setiap 3 tahun sebagai deteksi dini terhadap kanker serviks. Segera hubungi Dokter jika anda melihat tanda-tanda kanker serviks seperti pendarahan di vagina saat berhubungan seks, panggul nyeri, serta rasa nyeri yang muncul saat berhubungan seks.

Kita berhak sehat, konsultasikan dengan Dokter, Perawat atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai vaksin HPV serta cara mendapat vaksin tersebut.

Comments are closed.