Mengenal Kehidupan Zaman Pra Aksara di Indonesia

Mengenal Kehidupan Zaman Pra Aksara di Indonesia

Zaman Pra Aksara – Sudah pernah mengunjungi museum purba di Sangiran? Jika sudah terdapat banyak sekali jejak rekam berbentuk tulang belulang manusia dan hewan zaman dahulu. Pada masa itu manusia belum mengenal tulisan, sehingga tidak ada jejak rekam berbentuk tulisan yang bisa diteliti lebih lanjut.

Para peneliti bisa meneliti lebih lanjut mengenai zaman pra sejarah yang belum mengenal tulisan berasal dari fosil dan juga artefak yang ditemukan. Seberapa dalam fosil tertanam di dalam tanah memudahkan peneliti untuk menentukan umur dari manusia pra sejarah.

Zaman pra aksara disebut dengan zaman prasejarah karena tulisan belum muncul. Pada saat zaman sejarah muncul manusia telah mengenal tulisan sehingga masa prasejarah pun berakhir. Pada artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai saat manusia belum mengenal tulisan.

Pada zaman inilah manusia melakukan banyak pekerjaan untuk bertahan hidup. Apa saja peninggalannya dan bagaimana cerita manusia kala itu yang hidup di Indonesia?

Mengenal Kehidupan Zaman Pra Aksara di Indonesia

Mengenal Kehidupan Zaman Pra Aksara di Indonesia

Sebelum masuk ke dalam kehidupan manusia kala itu, pelajari dahulu bagaimana pemetaan dari dataran di Indonesia. Kehidupan manusia dimulai pada zaman kuarter dan zaman keempat. Awal kehidupan manusia dimulai sejak masa Pleistosen yakni zaman es.

Dataran di Indonesia kala itu adalah Sumatera, Kalimantan, Malaka, Indonesia Timur dan Australia merupakan daratan yang sangat besar dan menyatu. Masa Pleistosen berakhir dengan mencairnya es sehingga daratan bertambah luas dan munculah homo sapiens.

Pada masa ini manusia terus bertahan hidup dari perubahan alam yang terjadi terus menerus mulai dari gunung merapi yang meletus, gempa bumi dan muncul sungai dan danau. Spesies homo sapiens bertahan hidup dan berevolusi menjadi manusia hingga saat ini.

Pada waktu bertahan hidup, manusia memiliki banyak akal yang juga memadukan insting. Evolusi pun terjadi karena manusia mencoba bertahan hidup dan bertambah cerdas. Ciri evolusi yang terjadi pada fisik manusia adalah otak yang bertambah besar diiringi dengan perubahan bentuk tengkorak, cara berjalan dan cara berbicara.

Manusia memang bertambah pandai dan belum sampai pada tahapan mengenal aksara dan tulisan. Mereka terus bertahan hidup, membangun lingkungan hidup seperti rumah dan berburu. Alat-alat yang diciptakan oleh mereka dan menjadi fosil adalah bukti peninggalan yang hingga kini masih terus dipelajari.

Perkembangan alat berburu, peralatan rumah tangga hingga perhiasan dapat dilihat. Mulai dari batu, tembaga, perunggu dan juga besi. Pada saat besi banyak digunakan manusia mulai mengenal tulisan.

Penggunaan bahan-bahan tersebut dibagi menjadi tiga zaman di Indonesia yakni zaman batu bata (Paleolitikum), zaman batu tengah (Mesolitikum) dan zaman batu baru (Neolitikum). Manusia memberikan peninggalan berupa fosil yang kini terus menerus diteliti. Hasil penelitian memberikan hasil bahwa manusia terus berevolusi dan menjadi manusia sempurna seperti saat ini.

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia

pengertian zaman praaksara

Berikut ini jenis-jenis manusia purba yang telah diidentifikasi berdasarkan fosil yang ada di Indonesia:

– Meganthropus Paleojavanicus

Ini adalah jenis manusia purba yang paling tua dan diperkirakan telah ada sejak dua juta tahun sebelum masehi. Ciri tubuhnya adalah bertubuh kekar, fosil manusia purba ini ditemukan di Sangiran pada tahun 1936 dan 1941. Makanan yang dikonsumsi adalah tumbuh-tumbuhan

– Pithecanthropus erectus

Arti dari nama Pithecanthropus erectus adalah manusia kera yang berjalan tegak. Ciri tubuhnya adalah berbadan tegak dengan tinggi sekitar 165 hingga 180 cm. Fosil manusia purba ini ditemukan banyak di Jawa yakni Mojokerto, Kudus, Sangiran hingga Ngandong. Fosil pertama kali di Surakarta ditemukan pada tahun 1891.

– Homo

Homo adalah manusia purba jenis terakhir yang ditemukan. Jenis manusia purba inilah yang paling sempurna. Ada tiga manusia purba jenis homo yakni homo soloensis, homo wajakensis dan homo sapiens.

Melihat jenis manusia purba pada masa pra aksara ini, manusia jenis homo adalah yang paling mendekati manusia saat ini. Setelah itu manusia tidak mengalami perubahan yang signifikan dalam hal fisik.

Kapan zaman pra aksara di Indonesia berakhir? Di berbagai belahan dunia berakhirnya zaman prasejarah berbeda-beda. Di Indonesia zaman ini berakhir karena datangnya pedagang India yang juga membawa berbagai kebudayaan. Kebudayaan membuat masyarakat di Indonesia mengenal tulisan yang dikenalkan oleh pedagang.

Peninggalan dari munculnya zaman sejarah dan aksara ini terdapat di Kutai Kalimantan. Terdapat Batu Yupa yang berisi tulisan pallawa menceritakan tentang berdirinya kerajaan Kutai pertama kali. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan pertama yang ada di Indonesia.

Pengertian Zaman Pra Aksara dan Peninggalannya

Melihat penjelasan mengenai kehidupan dan jenis-jenis manusia purba yang ada di Indonesia, maka sudah sangat jelas mengenai apa itu zaman pra aksara. Sebenarnya zaman ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja namun juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Zaman pra aksara sangat penting untuk menjelajahi mengenai asal usul manusia. Bagaimana kehidupan mereka juga dapat dilihat dari berbagai macam peninggalan yang kini dapat kita lihat di museum.

 


Kapak genggam dari batu yang masih kasar ditemukan di Pacitan pada tahun 1935

Lukisan hewan dan cap tangan berwarna merah yang ditemukan di gua-gua

Kapak lonjong dan persegi yang ditemukan di Sangiran bukti manusia purba bercocok tanam

Sarkofagus yang merupakan peti kubur lesung yang banyak ditemukan di Sumatera

Dolmen, meja dari batu yang digunakan untuk persembahan

Mata panah dan mata tombang yang ditemukan sebagai peninggalan pada zaman besi tepat sebelum masa sejarah muncul.

Comments are closed.