Tanda-Tanda Peninggalan Zaman Praaksara dan Corak Kehidupannya

Tanda-Tanda Peninggalan Zaman Praaksara dan Corak Kehidupannya

Zaman Praaksara – Tahukah kamu apa itu zaman praaksara? Apa saja tanda – tanda peninggalan masa praaksara? Bagaimana corak kehidupan masyarakat praaksara?

Nah, jika kamu ingin mengetahui apa itu zaman praaksara, kapan zaman itu terjadi dan apa saja peninggalan serta corak kehidupan dari zaman praaksara, yuk kita simak penjelasannya di bawah ini.

zaman praaksara

Praaksara berasal dari kata ‘pra’ yang artinya sebelum dan kata ‘aksara’ yang artinya tulisan. Jadi, zaman praaksara atau masa praaksara adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Zaman ini juga dikenal dengan istilah zaman prasejarah.

Karena manusia pada zaman ini belum mengenal tulisan, secara otomatis masa praaksara tidak meninggalkan bukti tulisan. Nah, untuk bukti – bukti peninggalan manusia purba pada zaman ini berupa fosil dan artefak.

Fosil merupakan sisa – sisa tulang belulang manusia, hewan atau tumbuhan yang telah membatu. Sedangkan artefak adalah alat – alat yang digunakan manusia purba pada zaman dulu untuk bertahan hidup.

Corak Kehidupan Zaman Praaksara

Manusia purba yang hidup pada masa dimana tulisan belum ditemukan, mengalami serangkaian proses peradaban. Corak kehidupan zaman praaksara terbagi menjadi 4 kategori, yaitu :

zaman praaksara

1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Corak kehidupan zaman praaksara diawali dengan masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering). Pada masa praaksara ini manusia purba sangat bergantung pada alam sehingga mereka hidup dengan cara nomaden atau berpindah – pindah.

Ketika binatang buruan dan tumbuh – tumbuhan penghasil makanan berkurang, maka mereka akan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada saat itu mereka tinggal di gua – gua dan ada juga yang hidup berkelompok di pantai.

Manusia purba pada masa itu hidup dengan kelompok – kelompok kecil dan melakukan pembagian tugas. Secara umum laki – laki yang melakukan perburuan dan wanita mengumpulkan makanan seperti buah – buahan dan merawat anak.

Peninggalan – peninggalan pada masa ini berupa alat – alat yang digunakan pada masa itu seperti kapak genggam, kapak perimbas, alat – alat dari tulang, alat serpih dan lainnya.

2. Masa Bercocok Tanam dan Beternak

Corak kehidupan zaman praaksara selanjutnya yaitu masa bercocok tanam dan beternak. Teknik bercocok tanam yang digunakan manusia purba pada masa ini yaitu teknik bercocok tanam dengan cara membersihkan hutan dan menanaminya. Teknik ini dikenal dengan nama berhuma.

Pada masa ini, mereka sudah mulai tinggal menetap di sekitar huma dan mulai memelihara hewan – hewan jenis tertentu. Nah, kehidupan manusia purba mulai ada perubahan dari yang tadinya hanya mengumpulkan makanan (food gathering) berubah menjadi menghasilkan makanan (food producing).

Ketika mereka hidup menetap, mereka mulai berkembang dan jumlah anggota kelompoknya semakin besar. Dalam kehidupan sosialnya, manusia purba pada masa ini memulai kehidupan perkampungan dan mengangkat seorang pemimpin untuk mengatur anggotanya.

Kehidupan budaya mereka juga semakin berkembang, hal ini ditandai dengan adanya peninggalan – peninggalan yang semakin beragam seperti mata panah, kapak lonjong, beliung persegi, perhiasan, gerabah, sarkofagus, dolmen, waruga, arca dan lainnya.

3. Masa Pertanian

Pada masa pertanian, kehidupan manusia purba sudah semakin berkembang menjadi sistem persawahan. Masa ini ditandai dengan adanya alat pendukung berupa kapak perunggu yang berfungsi sebagai cangkul yang digunakan untuk bercocok tanam di ladang dan di sawah.

Selain itu, masa ini juga ditandai dengan ditemukannya alat pertukangan berupa kapak beliung yang berfungsi sebagai alat pemotong kayu. Mereka mulai mendirikan rumah dan mulai menetap dalam waktu yang cukup lama. Peninggalan – peninggalan yang ditemukan yaitu alat yang terbuat dari batu, kapak – kapak dari logam, alat – alat yang terbuat dari tanah liat dan lainnya.

4. Masa Perundagian

Manusia purba yang hidup pada masa perundagian semakin maju dan berkembang. Mereka memiliki pengetahuan mengenai musim dan gejala alam sehingga mereka dapat memperhitungkan musim tanam maupun musim panen.

Semakin maju dan meningkatnya peradaban pada masa ini ditandai dengan semakin berkembangnya kemampuan membuat alat – alat seperti peleburan bijih logam dan alat – alat lain yang lebih sempurna dibandingkan masa sebelumnya.

Comments are closed.